
Repelita Jakarta - Polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Jokowi yang telah berlangsung lama kembali mendapat sorotan tajam dari Guru Besar Universitas Indonesia Prof Taufik Bahaudin yang menilai kasus ini seharusnya sudah dapat diselesaikan dengan cepat jika penanganannya dilakukan secara serius dan transparan .
Prof Taufik mengungkapkan rasa jenuhnya terhadap isu yang terus berlarut tanpa kejelasan dan menegaskan bahwa pembuktian keaslian ijazah tersebut sebenarnya sangat sederhana .
"Saya bilang ijazahnya (Jokowi) palsu. Dari mana? fotonya udah beda. Hidungnya beda. Dulu juga gak pernah berkumis," katanya pada sebuah forum diskusi di Jakarta dikutip Jumat 20 Februari 2026 .
Lebih lanjut ia mempertanyakan mengapa kasus ini masih terus bergulir tanpa adanya penyelesaian yang tegas dari pihak berwenang .
"Jadi gimana? Mau sampai kapan? Kasus ijazah palsu," cetusnya mempertanyakan lamanya proses yang berjalan .
Prof Taufik mengklaim mengetahui dinamika di balik proses hukum yang berjalan dan menyebutkan bahwa hakim tampak bingung dengan penundaan vonis yang berkepanjangan .
"Saya tau persis. Hakimnya bingung. Kok vonis-vonis apa diulurin begitu panjang," jelasnya mengkritik proses peradilan .
Menurutnya solusi paling mudah untuk mengakhiri polemik ini adalah dengan memanggil pihak terkait agar memperlihatkan ijazah asli secara terbuka kepada publik .
"Tinggal manggil kok mana itu ijazahnya tunjukin. Kalau emang gak palsu gini selesai kan? Dipanggilnya gak? Kan gampang," tegas Prof Taufik .
Ia juga menambahkan jika mantan presiden Jokowi tidak dapat hadir dirinya bisa menunjukkan bukti bahwa ijazah tersebut memang tidak ada .
"Kalau Presiden tidak bisa hadir. Bukan Presiden, sorry. Pak Jokowi tidak bisa hadir, dia bisa nunjukin bahwa ijazahnya gak ada," pungkasnya .
Prof Taufik menyoroti foto ijazah yang beredar di media sosial dan menyebut adanya perbedaan yang mencolok pada foto tersebut .
"Tapi yang tersebar di medsos. Foto di ijazah. Yang namanya Pak Jokowi itu. Itu udah bohong," katanya meyakini kejanggalan dokumen .
Ia menambahkan jika tuduhan tersebut terbukti benar dampaknya akan sangat luas dan menyeret banyak pihak termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) .
"Nah kalau itu kena kan berentet. Kok KPU-nya mendiamkan panjang. Ya kan?" beber Prof Taufik mempertanyakan sikap lembaga penyelenggara pemilu .
Sementara itu Juru Bicara PSI Dian Sandi Utama memberikan tanggapan tegas terhadap tudingan yang menyebut dirinya sebagai pihak yang paling layak dijadikan tersangka dalam polemik ini .
Tuduhan itu muncul karena Dian yang mengunggah foto ijazah tersebut di akun X pribadinya yang kemudian dijadikan bahan penelitian oleh Roy Suryo dan timnya .
Dian menilai alasan penyerangan terhadapnya sangat tidak masuk akal terutama terkait klaim bahwa foto yang diunggah bermasalah hanya karena posisinya sedikit miring .
"Alasannya karena photo yang saya posting miring. Ya Tuhan, sejak kapan ada UU yang mengatur setiap photo harus tegak lurus?" katanya melalui akun X @DianSandiU pada 16 November 2025 .
Ia bahkan menantang siapa pun yang meragukan keaslian dokumen tersebut dengan menyatakan kesiapannya menerima konsekuensi berat .
"Penjarakan saya seumur hidup (Kalau foto ijazah yang saya upload tidak benar)," tegas Dian menantang pihak yang meragukan .
Dian memastikan sikapnya tidak akan berubah dan akan selalu menegaskan keaslian ijazah yang diunggahnya tersebut .
"Satu juta kali anda tanyakan, satu juta kali saya akan jawab asli," pungkasnya dengan keyakinan penuh .
"Jika soal ijazah ini, sejengkal sekalipun saya tidak bergeser. Itu asli dan saya terima apapun resikonya," tambahnya menegaskan pendirian .(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

