
Repelita Teheran - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah berhasil menggulingkan Republik Islam Iran meskipun telah berusaha selama puluhan tahun.
Pernyataan itu disampaikan Khamenei dalam pidato di hadapan ribuan warga Provinsi Azerbaijan Timur menjelang peringatan pemberontakan Tabriz tahun sembilan belas tujuh puluh delapan.
Ia secara langsung menanggapi retorika militer keras yang sering dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump belakangan ini.
Khamenei mengingatkan bahwa keunggulan militer tidak selalu menjamin kemenangan karena kekuatan terbesar sekalipun bisa dilumpuhkan oleh serangan yang cukup kuat.
Ia menyatakan militer terkuat di dunia pun terkadang bisa menerima pukulan yang begitu keras sehingga tidak mampu bangkit kembali.
Khamenei juga menanggapi ancaman pengerahan kapal perang Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah dengan menegaskan bahwa ancaman itu tidak akan menggoyahkan ketahanan Iran.
Menurutnya kapal perang memang berbahaya tetapi senjata yang mampu menenggelamkannya ke dasar laut jauh lebih berbahaya.
Ia mengutip pengakuan Trump sendiri bahwa Amerika Serikat gagal menggulingkan pemerintahan Iran selama empat puluh tujuh tahun.
Khamenei menilai pengakuan tersebut sebagai hal positif dan menegaskan bahwa upaya serupa di masa depan juga akan gagal.
Ia menilai berbagai pernyataan keras dari Washington menunjukkan ambisi untuk mendominasi bangsa Iran secara keseluruhan.
Khamenei menekankan bahwa identitas sejarah serta religius Iran membuat negara itu tidak akan pernah tunduk pada tekanan dari luar.
Ia mempertahankan hak Iran untuk mengembangkan energi nuklir termasuk pengayaan uranium sesuai regulasi internasional.
Menurutnya program nuklir Iran bersifat sipil dan sepenuhnya sah berdasarkan ketentuan Badan Energi Atom Internasional.
Khamenei menegaskan bahwa tekanan asing untuk membatasi program tersebut merupakan sikap yang tidak masuk akal.
Ia menyoroti pentingnya kekuatan militer sebagai instrumen pertahanan nasional yang murni bersifat pencegahan bukan agresi.
Khamenei menyatakan bahwa negara tanpa kemampuan pertahanan memadai akan mudah menjadi sasaran ancaman dari pihak eksternal.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

