Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Ferdinand Hutahaean Sindir Dukungan Jokowi atas Wacana Kembalinya UU KPK Lama di Tengah Sorotan Revisi 2019 Era Pemerintahannya

 

Repelita Jakarta - Politikus PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, melontarkan sindiran tajam kepada Presiden ke-7 RI, Jokowi, terkait sikapnya yang mendukung wacana pengembalian UU KPK ke versi lama.

Ferdinand menyapa Jokowi dengan panggilan "Mr. Jack", sebuah nama yang pernah populer di masa lalu terkait isu KKN.

Ia mempertanyakan secara terbuka motif di balik pernyataan Jokowi yang tiba-tiba muncul ke publik.

"Wah, wah, wah, wah, Mr. Jack mendadak bicara tentang KPK kembali ke undang-undang lama," ujar Ferdinand dalam pernyataannya pada Selasa (17/2/2026).

Ferdinand kemudian mengaitkan pernyataan itu dengan fakta bahwa revisi UU KPK justru terjadi di era pemerintahan Jokowi sendiri.

Ia menyoroti momentum kemunculan wacana tersebut yang dinilainya janggal.

"Ada apa Mr. Jack kok tiba-tiba bicara agar KPK kembali ke undang-undang lama?" katanya mempertanyakan.

Lebih lanjut, Ferdinand mengungkit kembali proses revisi undang-undang yang disebutnya sebagai momen perusakan dan pelemahan KPK.

"Bukankah perusakan KPK dan pelemahan KPK itu terjadi di zamanmu ketika berkuasa?" sentilnya dengan nada keras.

Ia juga mempersoalkan konsistensi Jokowi yang dinilai baru angkat bicara setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.

"Mengapa sekarang mendadak bicara KPK kembali ke undang-undang lama? Setelah tidak berkuasa, sekarang mau KPK kuat lagi gitu," lanjutnya.

Ferdinand bahkan mengaitkan pernyataan Jokowi dengan situasi politik terkini yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Hahaha, Mr. Jack, Mr. Jack lagi cemburu ya bahwa sekarang Pak Prabowo sedang tinggi-tingginya aproval ratingnya di tengah publik dan pemberantasan korupsi yang dilakukan," kuncinya.

Sebagaimana diketahui, Jokowi sebelumnya menyatakan persetujuannya terhadap wacana pengembalian UU KPK ke versi sebelum revisi 2019.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi usai menyaksikan pertandingan antara Persis Solo melawan Madura United di Stadion Manahan Solo pada Jumat (13/2/2026).

"Ya, saya setuju, bagus," jawab Jokowi singkat saat ditanya awak media mengenai usulan dari mantan Ketua KPK Abraham Samad tersebut.

UU KPK sendiri direvisi pada 2019, tepatnya ketika Jokowi masih menjabat sebagai presiden untuk periode pertamanya.

Revisi tersebut pada masanya memicu polemik luas karena dianggap oleh sebagian kalangan telah melemahkan independensi dan kewenangan lembaga antirasuah.

Meski demikian, Jokowi menegaskan bahwa perubahan regulasi tersebut bukan berasal dari inisiatif dirinya pribadi.

"Itu dulu inisiatif DPR loh. Jangan jangan keliru ya. Inisiatif DPR," tegasnya membantah tudingan yang mengarah kepadanya.

Ia juga kembali menyatakan bahwa dirinya tidak pernah membubuhkan tanda tangan terhadap revisi undang-undang tersebut.

"Saat itu, atas inisiatif DPR RI direvisi. Tapi saya tidak pernah tanda tangan," kata dia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved