Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Agus Pambagio Nilai Program MBG Belum Matang dan Sarankan Moratorium untuk Evaluasi Menyeluruh

 

Repelita Jakarta - Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintah masih berjalan secara tidak teratur dan kurang matang.

Menurutnya sebuah kebijakan publik seharusnya baru diterapkan setelah melalui kajian mendalam serta didukung peraturan yang jelas dan komprehensif.

Agus menyoroti bahwa saat ini pengaturan program tersebut hanya berada pada level peraturan Badan Gizi Nasional yang belum secara tegas mengatur mekanisme pertanggungjawaban atas pelanggaran di lapangan.

Ia mengkhawatirkan jika terjadi insiden seperti anak terpapar makanan kedaluwarsa atau bahkan kasus yang lebih berat maka tidak ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab.

Agus menyampaikan "Nah di situ bagaimana kalau ada pelanggaran, ada sampai anak kena makanan kedaluwarsa, atau bahkan nantinya sampai amit-amit ada yang meninggal, itu bagaimana? Nggak jelas."

Ia juga mengkritik aspek teknis di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di kota-kota besar di mana porsi masakan mencapai tiga ribu porsi sehingga makanan berisiko kehilangan kesegaran karena dimasak terlalu pagi.

Standar kebersihan dan higienitas dapur dinilai belum memiliki acuan baku dari Badan Standardisasi Nasional sehingga menambah kerentanan program.

Agus menyatakan "Program MBG itu kan banyak sekali persoalannya. Belum nanti kita lihat, kita kira sudah berjalan setahun, dua tahun saya curiga pasti korupsinya juga banyak karena BPK belum meriksa."

Ia menyarankan pemerintah segera memberlakukan moratorium atau penghentian sementara program tersebut guna melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan secara komprehensif.

Menurut Agus program ini menyangkut kesehatan anak yang memiliki sistem pencernaan sensitif sehingga tidak boleh dijalankan secara tergesa-gesa atau percobaan.

Sebagai alternatif ia mengusulkan agar penyediaan makanan diserahkan langsung kepada kantin sekolah masing-masing demi menjaga kualitas serta kesegaran hidangan.

Agus juga mengoreksi pemahaman pemerintah terkait stunting dengan menegaskan bahwa kondisi tersebut merupakan penyakit gizi yang memerlukan pengobatan khusus bukan sekadar pemberian makanan bergizi.

Ia menutup dengan menyatakan "Stunting itu sakit gizi, bukan kurang gizi. Jadi harus diobati, bukan dikasih makanan bergizi. Nah itu, amburadul nggak karu-karuan, sekali lagi ini program bagus, saya setuju tetapi itu tolong penanganannya."(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved