Repelita Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan melontarkan sebuah candaan politik yang menarik perhatian publik di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Momen penuh keakraban serta gelak tawa tersebut ditayangkan secara luas melalui rekaman video dari kanal YouTube Liputan6.
ADVERTISEMENT
Pernyataan jenaka itu disampaikan langsung oleh figur yang akrab disapa Zulhas saat memberikan pidato sambutan dalam perayaan HUT ke-28 partai.
Ia menyoroti betapa besarnya tanggung jawab yang harus dipikul oleh seorang pemimpin partai politik, terlebih untuk posisi kepala negara.
Dalam pidatonya, Zulkifli Hasan mengutarakan pandangannya mengenai konstelasi kepemimpinan nasional ke depan di hadapan para tamu undangan.
Ia secara terbuka menyatakan kesepakatannya dengan salah satu tokoh koalisi untuk menyerahkan mandat kepemimpinan tertinggi kepada sang presiden.
Di atas podium, Zulkifli Hasan menyampaikan kelakarnya yang berbunyi, "ketuamu saja berat apalagi jadi presiden jadi saya kira Pak Balil sama saya sepakat presiden biar Pak Prabowo saja Pak".
Ia melanjutkan kelakar politiknya di atas panggung acara, "ya cuma bedanya sedikit Pak Balil sama saya mungkin enggak nyapres kalau Pak Muhimin masih mikir-mikir pak sahabat kami Ketua".
Suasana di dalam ruangan perayaan hari jadi partai tersebut dilaporkan semakin riuh dengan tepuk tangan dari para kader yang hadir.
Zulhas juga sempat menyinggung posisi rekan koalisinya yang baru saja terpilih sebagai pimpinan tertinggi di internal Partai Golkar.
Ia kembali menegaskan beban kerja di tingkat partai melalui pernyataannya yang berbunyi, "Umum Partai Golkar Saudara Bahlil Lahadalia pak Balil jadi ketua umum ini berat juga ya ketua partai berat apalagi jadi".
Ia menyambung kalimat tersebut dengan nada seloroh, "presiden Pak ketuamu saja berat apalagi jadi presiden jadi saya kira Pak Balil sama saya sepakat presiden biar Pak Prabowo".
Pernyataan tersebut sengaja dilemparkan sebagai bentuk penegasan komitmen dari partai-partai pendukung pemerintah dalam mengawal jalannya roda eksekutif.
Zulhas juga menyapa secara khusus pimpinan dari Partai Kebangkitan Bangsa yang turut duduk di kursi undangan kehormatan malam itu.
Ia melanjutkan kalimat sambutannya berupa, "saja Pak ya cocok ketua Umum Partai Kebakiaan Bangsa sahabat saya puluhan tahun Gus Abdul Muhaimin Iskandar gus terima kasih".
Ia menambahkan penjelasan mengenai arah dukungan politik partainya, "sudah hadir Pak Presiden sebetulnya Gus Muhaimin Pak Balil kami sama Pak pendukung cita-cita Bapak Prabowo cuma bedanya sedikit Pak".
Ia memungkasi kalimat candaan tersebut dengan berbunyi, "Balil sama saya mungkin enggak nyapres kalau Pak Muhimin masih mikir-mikir Pak".
Candaan politik mengenai peta persaingan menuju Pemilu 2029 ini dinilai sebagai pencair suasana di tengah dinamika konsolidasi partai koalisi (*)
Editor: 91224 R-ID Elok