Berita, Viral Sosmed

Wakil Ketua MPR Minta Maaf Atas Skandal Penilaian Juri LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat

Repelita.net

11 May 2026 19:56 WIB • 836 view

Wakil Ketua MPR Minta Maaf Atas Skandal Penilaian Juri LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia memberikan respons cepat menyusul kegaduhan yang menyelimuti pelaksanaan babak pamungkas kompetisi edukasi tingkat daerah di wilayah Kalimantan Barat beberapa waktu lalu.

Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas polemik penilaian yang terjadi pada ajang Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 tersebut.

ADVERTISEMENT

Langkah korektif akan segera diambil dengan melakukan peninjauan mendalam terhadap kinerja tim penilai guna menjamin marwah serta integritas perlombaan nasional ini tetap terjaga dengan kredibilitas yang tinggi.

Melalui siaran pers tertulis pada Senin, 11 Mei 2026, Akbar menyesalkan ketidaktelitian panitia dan menyatakan bahwa “Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” sebagai bentuk komitmen perbaikan.

Pertandingan yang berlangsung di Kota Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026 tersebut mempertemukan tiga sekolah unggulan yakni SMAN 1 Pontianak sebagai Regu C, SMAN 1 Sambas, serta perwakilan dari Kabupaten Sanggau.

Situasi mulai memanas ketika juri melontarkan pertanyaan krusial terkait mekanisme pemilihan badan audit keuangan negara yang harus melibatkan pertimbangan lembaga perwakilan daerah di tingkat pusat sesuai konstitusi kita.

Perwakilan dari SMAN 1 Pontianak sebenarnya telah memberikan jawaban komprehensif dengan menyebutkan “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”

Namun, secara mengejutkan pihak juri justru memberikan penalti nilai meskipun substansi jawaban tersebut telah sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku dalam tata kelola pemerintahan yang ada di Indonesia.

Kejanggalan semakin terlihat saat regu pesaing memberikan jawaban yang identik dan justru dinyatakan benar oleh tim penilai sehingga memicu keberatan serius serta protes dari audiens maupun para peserta lainnya.

Meski status kemenangan akhir tidak berubah karena keunggulan poin akumulasi, Akbar menegaskan bahwa aspek kejujuran dan standar teknis penilaian di lapangan mutlak untuk dibenahi secara total tanpa terkecuali.

Perbaikan pada infrastruktur pendukung seperti kualitas pengeras suara serta prosedur pengajuan keberatan bagi para siswa akan menjadi prioritas utama dalam agenda transformasi kompetisi edukatif ini di masa depan.

Beliau memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya dengan menyatakan "Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” demi menghindari preseden buruk.

Pihak pimpinan MPR juga mengakui telah menerima laporan mengenai insiden serupa yang pernah terjadi di wilayah lain sehingga evaluasi menyeluruh terhadap panitia pelaksana kini menjadi hal yang sangat mendesak.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung