Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Warganet Sindir Prabowo: Indonesia Kaya Mineral Tapi Mata Uang Lemah

Repelita.net

30 April 2026 16:51 WIB • 919 view

[VIRAL] Warganet Sindir Prabowo: Indonesia Kaya Mineral Tapi Mata Uang Lemah
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah percakapan panas di media sosial kembali memicu perdebatan nasional terkait kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah namun tidak sebanding dengan kekuatan nilai tukar rupiah.

Akun X dengan nama pengguna @kalistohenituse atau yang dikenal dengan sapaan kale melontarkan pertanyaan retoris yang menohok menyusul pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang sindiran "Indonesia gelap".

ADVERTISEMENT

Dalam unggahannya yang diposting pada 29 April 2026, kale memaparkan data mentah tentang posisi produksi mineral Indonesia di kancah global yang sangat mengesankan.

Indonesia tercatat sebagai produsen nikel nomor satu di dunia, sekaligus pemegang posisi puncak untuk komoditas timah.

Selain itu, negara ini juga menduduki peringkat kedua dunia untuk produksi batu bara, serta peringkat kelima untuk tembaga.

Untuk komoditas emas dan bauksit, Indonesia berada di peringkat keenam dunia, sebuah capaian yang sangat membanggakan.

Namun di balik semua kejayaan sumber daya alam tersebut, kale mempertanyakan mengapa nilai tukar mata uang rupiah masih terus berada di posisi yang lemah.

"Lalu kenapa mata uang kita lemah? bukannya ini artinya indonesia gelap?" tulis akun tersebut sambil mengutip langsung artikel dari media CNN Indonesia.

Unggahan dari CNN Indonesia yang dikutip oleh kale memberitakan bahwa Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan sindiran tentang "Indonesia gelap".

Dalam berita yang dipublikasikan pada 29 April 2026 tersebut, Prabowo disebutkan menantang pihak-pihak yang tidak puas dengan kondisi Indonesia.

"Kalau Mau Kabur, Kabur Aja!" demikian judul artikel yang dikutip oleh warganet tersebut dalam cuitannya.

Cuitan kale yang diposting pada pukul 16:51 WIB, 29 April 2026 ini langsung mendapatkan perhatian luas dari warganet lain.

Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut telah dilihat sebanyak lebih dari 176.000 kali oleh pengguna media sosial X.

Pertanyaan yang diajukan oleh kale menyentuh inti permasalahan ekonomi struktural yang selama ini jarang dibahas secara terbuka.

Meskipun Indonesia dikaruniai kekayaan alam yang melimpah ruah, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih terus berfluktuasi di level yang rendah.

Fenomena ini memicu pertanyaan mendasar tentang pengelolaan sumber daya alam dan kebijakan moneter yang diterapkan oleh pemerintah dari masa ke masa.

Sindiran "Indonesia gelap" yang kerap dilontarkan oleh Presiden Prabowo pun menjadi semacam bumerang di mata warganet.

Alih-alih menyalahkan pihak yang mengkritik, beberapa warganet justru menilai bahwa data objektif tentang produksi mineral seharusnya menjadi bahan evaluasi.

Kekayaan sumber daya alam yang berlimpah belum mampu mendorong penguatan fundamental ekonomi jika tidak diimbangi dengan hilirisasi dan industrialisasi.

Pertanyaan tentang lemahnya mata uang di tengah melimpahnya komoditas ekspor menjadi ironi yang sulit dijawab oleh para pengambil kebijakan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung