Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Tertahan di Jeddah, Jemaah Umrah As-Syifa Travel Diduga Batal Pulang Akibat Tiket Palsu

Repelita.net

05 October 2026 22:55 WIB • 76 view

[VIRAL] Tertahan di Jeddah, Jemaah Umrah As-Syifa Travel Diduga Batal Pulang Akibat Tiket Palsu
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kasus dugaan penelantaran jemaah umrah asal Indonesia kembali terjadi di Arab Saudi.

Informasi mengenai tertahannya sejumlah jemaah tersebut pertama kali disebarkan melalui media sosial Threads.

ADVERTISEMENT

Kabar memprihatinkan ini diunggah pada 5 Oktober 2026 oleh akun @farhanaziah yang menceritakan kondisi keluarganya.

Pemilik akun mengungkapkan bahwa kakaknya dan rombongan lain belum bisa kembali ke tanah air sampai waktu yang belum ditentukan.

Pihak keluarga menyatakan para jemaah saat ini masih tertahan di kota Jeddah lantaran tidak memiliki kejelasan mengenai dokumen perjalanan pulang.

Berdasarkan jadwal yang sudah disepakati sebelumnya, para jemaah tersebut dijadwalkan kembali ke Indonesia pada tanggal 3 Oktober 2026.

Kenyataan di lapangan menunjukkan para jemaah belum juga diterbangkan kembali ke tanah air hingga memasuki tanggal 5 Oktober 2026.

Pihak keluarga mengaku sempat dikirimi salinan digital berupa tangkapan layar dokumen kepulangan untuk tanggal 3 Oktober oleh agensi terkait.

Akan tetapi, lembar manifes penerbangan yang dikirimkan tersebut diduga kuat tidak sah setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Melalui unggahan tersebut, akun @farhanaziah menuliskan kalimat protes yang ditujukan langsung kepada penyedia jasa perjalanan.

“BUKTI TIKET KEPULANGAN 3 OKTOBER Ini adalah screenshot tiket yang sebelumnya diberikan/ditunjukkan terkait kepulangan jamaah pada 3 Oktober 2026. Namun pada kenyataannya, jamaah tidak pulang pada tanggal tersebut dan sampai sekarang masih berada di Jeddah. Kami mempertanyakan status dan keabsahan tiket tersebut serta meminta penjelasan dari pihak travel,” tulis @farhanaziah dalam unggahannya.

Berdasarkan data promosi awal, rombongan ini mengikuti paket ibadah yang dipadukan dengan kunjungan wisata ke wilayah Cappadocia.

Jadwal awal yang tertera pada lembar promosi agensi menunjukkan tanggal keberangkatan rombongan dijadwalkan pada 20 September 2026.

Kegiatan perjalanan ibadah dan wisata tersebut dirancang untuk berlangsung selama periode dua belas hari penuh.

Pihak agensi membatasi kuota peserta untuk rombongan keberangkatan tersebut dengan jumlah maksimal mencapai dua ratus orang jemaah.

Pihak keluarga korban kini terus berupaya menyebarluaskan informasi ini agar segera mendapatkan penanganan dari otoritas berwenang.

Langkah memviralkan kasus dilakukan agar pihak penanggung jawab dan instansi pemerintahan terkait di Indonesia segera mengambil tindakan nyata.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih terus menanti kepastian jadwal penerbangan pulang yang valid dari pihak agensi yang bersangkutan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung