Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Siswa SMK NU Kudus Dapat Ancaman Usai Tolak MBG lewat Surat ke Prabowo, Dinsos Siapkan Pendampingan

Repelita.net

07 April 2026 15:52 WIB • 1,176 view

[VIRAL] Siswa SMK NU Kudus Dapat Ancaman Usai Tolak MBG lewat Surat ke Prabowo, Dinsos Siapkan Pendampingan
Foto: Istimewa

Repelita Kudus - Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NU Miftahul Falah Kudus, Muhammad Rafif Arsya Maulidi, mengaku mengalami tindakan intimidasi setelah dirinya menulis surat terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Surat terbuka yang ditulis oleh Arsya yang duduk di kelas XI jurusan Desain Komunikasi Visual tersebut berisi penolakannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta usulan agar anggaran program dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan para guru.

ADVERTISEMENT

Arsya menyebut bahwa dirinya menerima pesan bernada ancaman melalui media sosial, tepatnya melalui fitur Direct Message (DM) Instagram, yang membuatnya merasa tidak nyaman.

"Saya dapat pesan di Instagram, isinya ancaman dari seseorang yang mengaku punya bekingan, tetapi saya merasa saya tidak bersalah," ungkap Arsya pada Selasa (7/4/2026).

Pengirim pesan ancaman tersebut disebut mengaku memiliki dukungan tertentu atau bekingan, meskipun Arsya merasa dirinya tidak melakukan kesalahan apapun.

Ia menduga bahwa pesan intimidasi tersebut berkaitan erat dengan surat terbuka yang sebelumnya ia tulis dan viral di media sosial.

Bahkan, Arsya menyebut bahwa orang yang mengancamnya mengaku sebagai karyawan Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG), yaitu pihak pemasok program MBG di lingkungan sekolahnya.

Dalam surat terbukanya, Arsya menjelaskan alasan penolakannya terhadap program MBG dengan harapan agar anggaran tersebut dapat dialihkan untuk mendukung kesejahteraan para guru yang menurutnya lebih bermanfaat bagi dunia pendidikan.

Ia juga menegaskan tidak keberatan jika jatah program MBG yang seharusnya diterimanya digunakan untuk kepentingan kesejahteraan para pengajar di sekolah.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan perlindungan dan pendampingan kepada siswa tersebut.

"Sebenarnya itu kan tidak masalah, menyampaikan pendapat. Karena saya lihat anak tersebut memang kritis," ucap Putut.

Ia memastikan bahwa langkah pendampingan akan dilakukan melalui unit perlindungan perempuan dan anak yang ada di dinasnya.

Dinas Sosial menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus tersebut sekaligus memastikan Arsya tetap merasa aman dalam menyampaikan pendapatnya.

Di dalam suratnya, Arsya memperkenalkan diri sebagai pelajar yang berasal dari keluarga sederhana dan sejak kecil diajarkan untuk menghormati guru.

"Setelah orang tua, guru adalah sosok yang paling saya hormati," tulis Arsya dalam surat tersebut pada Minggu (5/4/2026).

Ia menyinggung kondisi tenaga pendidik yang dinilainya belum sepenuhnya mendapatkan kesejahteraan yang layak, berbanding terbalik dengan besarnya anggaran MBG.

Arsya bahkan menghitung estimasi nilai manfaat MBG yang akan diterimanya selama masa sekolah mencapai Rp6.750.000, dengan asumsi 18 bulan masa belajar, 25 hari per bulan, serta Rp15.000 per hari.

"Bagi saya pribadi, angka tersebut mungkin tidak mengubah banyak hal, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi guru," ungkapnya.

Ia juga mengajak para pelajar lain untuk turut menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa.

Arsya menegaskan bahwa surat terbuka tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan bentuk kepedulian seorang pelajar terhadap dunia pendidikan.

"Besar harapan saya agar aspirasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pendidikan ke depan," terangnya mengakhiri pernyataan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (2)

R
Raden Muharris Sumego Bsc 07/04/2026

Tdk ada salah adik kita memberi wejangan Krn negara ini adalah negara demokrasi yang layak & baik

R
Raden Muharris Sumego Bsc 07/04/2026

Tdk ada salah adik kita memberi wejangan Krn negara ini adalah negara demokrasi yang layak & baik

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung