Berita, Nasional

[VIRAL] Presiden cerdas sedang mengumpulkan pakar-pakar goblok yg mau membebek

Repelita.net

26 September 2026 16:18 WIB • 92 view

[VIRAL] Presiden cerdas sedang mengumpulkan pakar-pakar goblok yg mau membebek
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kritik pedas terhadap dinamika hubungan antara pemerintah dan kalangan intelektual kembali dilontarkan secara terbuka melalui platform media sosial.

Pernyataan tersebut dibagikan oleh seorang pengguna dunia maya bernama Rendra Setiawan pada dua puluh tiga jam yang lalu.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan akun media sosial tersebut, termuat narasi yang menyoroti sikap seorang pemimpin negara terhadap para akademisi dan pakar ahli.

Presiden cerdas sedang mengumpulkan pakar-pakar goblok yg mau membebek..

Pemilik akun itu lantas menuturkan pandangannya mengenai perubahan sikap para cendekiawan ketika berhadapan langsung dengan kekuasaan di istana.

Pakar-pakar itu saking pinternya jadi goblok!.. ternyata pakar-pakar selain goblok malah jadi bebek..

Narasi dalam postingan itu juga menyinggung dugaan ketidakstabilan emosi yang ditunjukkan oleh pemimpin tertinggi saat menghadapi kritik publik.

Negara ini memang diisi orang2 sinting. Presidennya tanpa rasa bersalah sedikitpun, amarah meledak, komat kamit...tantrum teriak-teriak.

Dampak dari gaya komunikasi penguasa tersebut dinilai dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap rasionalitas dan nilai-nilai kepakaran ilmiah.

Kata katanya dgn mudah membunuh kepercayaan publik pada akal sehat...kepakaran dianggapnya penyakit,.

Pengguna media sosial itu kemudian menceritakan momen pertemuan tertutup yang diadakan di lingkungan istana bersama para pakar.

Ngga berselang lama...tanpa malu bikin acara ngundang pakar di istana dgn pintu dikunci rapat-rapat, dia duduk melingkar dengan orang-orang yang kemarin dia sebut goblok,.

Sikap para cendekiawan yang tetap memenuhi undangan tersebut meski sempat mendapat cemoohan turut menjadi sorotan tajam dalam tulisan itu.

Dan mereka si goblok manggut2 saja di depan presiden menampakkan tanda2 kenyamanan, dan tanpa merasa tersinggung sedikitpun...

Pola hubungan transaksional antara penguasa dan kaum intelektual dinilai digerakkan oleh kepentingan pragmatis semata.

Bagi prabowo intelektual adalah musuh saat mereka ngga mau tunduk , tapi menjadi pelayan saat dia butuh..

Kecenderungan memandang keahlian akademik sebagai ancaman membuat pihak istana berupaya mengendalikan para cendekiawan agar tunduk.

Pakar baginya adalah ancaman, karena sejatinya meraka bicara dengan data, dengan jurnal, dengan angka yang tidak bisa disogok dengan tepuk tangan massa.

Upaya merendahkan martabat kaum terpelajar tersebut disebut berhasil mengubah posisi mereka menjadi pihak yang dapat dikendalikan.

Maka prabowo cari akal bagaimana pakar harus direndahkan, harus dikendalikan.

Kritik tajam dilayangkan pada kesediaan para ahli untuk mengabaikan harga diri demi memperoleh keuntungan atau proyek dari lingkaran kekuasaan.

Gpp sih mau dibilang goblok, tolol, badut atau apapun asal dapat proyek dari istana..iiihhhh lebih menjijikkan.

Unggahan tersebut menggambarkan fenomena merosotnya integritas moral kalangan terpelajar di hadapan fasilitas istana.

Pakar-pakar itu tersenyum..mengangguk...menunduk..gestur berserah diri..kawulo marang gusti..Dicaci di depan massa, dipuji di dalam istana.

Hilangnya rasa malu di kalangan intelektual dinilai sebagai bentuk kompromi demi mendapatkan pengakuan kekuasaan.

Karena bagi sebagian pakar di negeri ini, kata "goblok" bukanlah penghinaan. Itu adalah harga. Harga tiket masuk kekuasaan/istana.

Fenomena tersebut disimpulkan oleh pembuat unggahan sebagai bentuk merosotnya nilai moral dunia akademik secara sempurna.

Damn. .inilah rumus prostitusi intelektual yang paling sempurna...diludahi di panggung, dijilat di ruang rapat..

Posting tersebut ditutup dengan kesimpulan pesimistis mengenai hilangnya keberanian moral di kalangan cendekiawan demi mengejar popularitas dan kedekatan dengan penguasa.

Yg penting di media ada foto dia duduk di depan layar bertuliskan "diskusi presiden", maka cacian "goblok" itu berasa seperti belaian. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung