Repelita Jakarta - Gelaran arak-arakan kelulusan yang dihelat di Kampus Institut Teknologi Bandung baru-baru ini diwarnai oleh gelombang penyampaian aspirasi kritis di tataran sosial politik nasional.
ADVERTISEMENT
Rangkaian acara akademik tersebut seketika menjelma sebagai panggung penyuaraan sikap oposisi mahasiswa terhadap jajaran kepemimpinan otoritas pemerintah.
Di tengah jalannya pawai kemeriahan, barisan wisudawan beserta massa mahasiswa kedapatan kompak mengacungkan gestur tiga jari ke udara yang terinspirasi dari budaya populer film fiksi.
Gerakan tersebut dilakukan sembari menggemakan pekikan yel-yel perjuangan di sepanjang jalur lintasan upacara perayaan kelulusan di dalam kawasan kampus ganesha.
Aksi pembawaan pesan simbolis ini mengintegrasikan seremoni kelulusan dengan penegasan posisi keberpihakan mahasiswa atas dinamika yang bergulir di tengah publik luas.
Para wisudawan yang berparade tampak mengusung pesan tertulis dalam atribut mereka bertajuk “For the Forest, For the Animals, For the People”.
Narasi kampanye tersebut dilempar sebagai bentuk pembelaan atas kelestarian alam lingkungan, perlindungan satwa, serta perjuangan hak asasi bagi segenap masyarakat sipil.
Ekspresi perlawanan kultural di lingkungan akademik ini mencuat tidak lama berselang setelah pecahnya gelombang unjuk rasa mahasiswa dalam skala nasional di ibu kota.
Sebelumnya, jajaran Keluarga Mahasiswa ITB bersama barisan aliansi Komite SADAR telah turun ke jalan raya di Jakarta guna melayangkan protes atas regulasi anggaran negara.
Pemanfaatan simbol acungan tiga jari yang diadopsi oleh massa dewan mahasiswa ditujukan sebagai lambang penolakan atas praktik ketidakadilan serta pengawalan prinsip demokrasi.
Rekaman visual yang memperlihatkan pergerakan kritis dari para lulusan berjaket almamater khas itu seketika memicu sorotan masif usai tersebar di jagat lini masa.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok