Repelita Jakarta - Tokoh nasional Amien Rais menyampaikan kritik tajam terhadap mantan Presiden Joko Widodo melalui video yang diunggah di kanal YouTube Amien Rais Official pada tanggal 2 November 2026.
Menurut Amien Rais, dari delapan presiden yang pernah memimpin Indonesia sejak era Soekarno hingga Prabowo Subianto, hanya Joko Widodo yang dikenal sebagai penipu ulung.
ADVERTISEMENT
Selain itu, Amien Rais menyebutkan bahwa hanya Joko Widodo yang kerap muncul di media sosial hampir setiap hari serta berusaha membangun dinasti politik demi merobohkan sendi demokrasi.
Dalam rekaman tersebut, Amien Rais juga menyoroti proyek pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur yang dinilai sebagai wujud megalomania dan impian bodong yang berakhir gagal.
Kritik lanjutan disampaikan terkait sikap Joko Widodo yang dinilai tidak tahu berterima kasih kepada PDI Perjuangan yang telah mengusungnya dari pengusaha kayu hingga menjadi presiden dua periode.
Amien Rais menambahkan bahwa salah satu bentuk kekuranganajaran kepemimpinan masa lalu adalah menjadikan institusi Polri sebagai alat politik yang harus tunduk pada perintah tertentu.
Pembentukan kelompok yang disebut sebagai geng Solo turut disorot karena dinilai berisikan sejumlah perwira tinggi TNI dan Polri yang ikut terpengaruh oleh lingkungan kekuasaan sebelumnya.
Tujuh tokoh yang disebutkan meliputi Marsekal Toni Haryono, Marsekal Hadi Cahyanto, Letjen Widi Prasetyono, Jenderal Agus Subianto, Komjen Nana Sudjana, Irjen Ahmad Luthfi, hingga Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Amien Rais menyarankan agar ketujuh tokoh militer dan kepolisian tersebut segera menarik diri dari lingkungan pengaruh Joko Widodo demi menjaga integritas institusi masing-masing.
Mengenai status Gibran Rakabuming Raka, Amien Rais menegaskan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki legitimasi yang kuat sebagai wakil presiden karena persoalan ijazah yang tidak pernah terpenuhi.
Berdasarkan pandangan Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung, Gibran dinilai terbukti tidak memiliki ijazah sekolah menengah atas atau yang sederajat yang sah secara hukum.
Oleh karena itu, Amien Rais mendesak agar Dewan Perwakilan Rakyat segera mengambil langkah pemakzulan sesuai ketentuan Undang-Undang Dasar 1945 karena posisi wakil presiden tersebut dinilai cacat hukum.
Amien Rais menilai Joko Widodo sebagai seorang pembuat masalah ulung yang tidak akan pernah merasa tenang jika situasi politik nasional berada dalam kondisi yang kondusif dan stabil.
Di akhir penyataannya, Amien Rais melontarkan tantangan terbuka agar Joko Widodo berani hadir membawa ijazah asli yang autentik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada tanggal 5 November mendatang. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok