Repelita [Jakarta] - Publik dikejutkan dengan mencuatnya kabar mengenai penolakan masuknya delegasi penting asal Palestina ke wilayah kedaulatan Indonesia yang terungkap melalui media sosial X pada 10 Mei 2026.
Akun @MariaAlkaff_ dalam unggahannya membeberkan kronologi kegagalan mantan Menteri Kesehatan Palestina Dr. Basim Na'im beserta rombongan untuk menginjakkan kaki di tanah air pada akhir April lalu.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan informasi yang dibagikan akun tersebut, rombongan tersebut awalnya berniat bertolak ke Indonesia setelah menyelesaikan agenda pertemuan resmi dengan Perdana Menteri Malaysia di Kuala Lumpur.
Namun harapan tersebut pupus setelah pengajuan izin masuk mereka ditolak secara sepihak oleh otoritas terkait yang membuat delegasi tersebut terpaksa membatalkan rencana silaturahmi dan kembali menuju Turki.
Akun @MariaAlkaff_ mengungkap keberadaan dokumen internal yang diduga menjadi dasar tindakan tersebut dengan menuliskan "ADA SURAT DINAS BERISI ARAHAN MENTERI IMIGRASI RI UNTUK TOLAK TIAP WARGA PALESTINA YANG MAU MASUK INDONESIA SEJAK 2025."
Isi nota dinas tertanggal 17 September 2025 tersebut memerintahkan penolakan terhadap seluruh pemegang paspor Palestina dengan dalih keimigrasian tanpa memandang jenis visa yang telah dimiliki sebelumnya.
Dalam rincian keterangannya, @MariaAlkaff_ memaparkan isi dokumen tersebut yakni "Menindaklanjuti arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bahwa setiap orang asing berwarga negara Palestina pemegang visa jenis apapun yang akan masuk ke Indonesia yang melewati Tempat Pemeriksaan Imigrasi baik darat, laut maupun udara untuk dilakukan penolakan dengan alasan keimigrasian (immigration reason)."
Perlakuan ini dianggap sangat kontras dengan sambutan hangat yang diberikan oleh pemerintah Malaysia terhadap delegasi yang sama sehingga memicu kekecewaan mendalam bagi para pendukung perjuangan Palestina.
Melalui cuitan lanjutannya, @MariaAlkaff_ menyampaikan kritik tajam atas perbedaan sikap tersebut dengan menuliskan "Sungguh perbedaan yang tajam dimana Malaysia menyambut rombongan Dr. Basim Na'im, bahkan mereka diundang secara resmi oleh Perdana Menteri Datuk Anwar Ibrahim. Beliau mengumpulkan para ulama dan tokoh Islam untuk menerima utusan tersebut dengan tangan terbuka. Sementara Indonesia justru menutup pintu rapat-rapat terhadap mereka. Sungguh sangat menyedihkan."
Reaksi keras juga datang dari warganet lainnya yang mempertanyakan komitmen nasionalisme pemerintah saat ini seperti yang disampaikan oleh akun @EdiKeceput2 dalam kolom komentar postingan tersebut.
Akun @EdiKeceput2 menyuarakan kegelisahannya dengan menuliskan kutipan asli yakni Ada pihak yg suka nuding pihak lainnya antek asing, padahal faktanya dia sendiri dedengkot antek asing ...... Jadi faktanya hanya OMON-OMON bin MUNA. Dimana itu patriotisme yg nasionalis itu⁉️
Dukungan moril tetap mengalir dari masyarakat luas yang merasa terpukul dengan kabar ini sebagaimana diungkapkan oleh akun @RNyaen22295 yang mengungkapkan rasa bersalahnya kepada para delegasi Palestina.
Melalui postingannya, @RNyaen22295 menyampaikan pesan emosional dengan bunyi Malu jadinya...... Maafkan kami, tapi yakinlah masyarkat Indon sbagian besar masih tetp mendukungmu dengan harta, doa dan harapan untuk kebaikan .......
Hingga kini publik masih menunggu klarifikasi resmi dari kementerian terkait mengenai kebenaran nota dinas tersebut guna memastikan integritas kedaulatan politik luar negeri Indonesia di mata dunia internasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Jadi gambarannya seperti ini:
— Maria A. Alkaff (@MariaAlkaff_) May 10, 2026
ADA SURAT DINAS BERISI ARAHAN MENTERI IMIGRASI RI
UNTUK TOLAK TIAP WARGA PALESTINA YANG MAU MASUK INDONESIA SEJAK 2025.
IB HRS menginfokan bahwa mantan Menteri Kesehatan Palestina Dr. Basim Na'im & rombongan setelah silaturrahim dengan PM… https://t.co/mRaziBS9sU pic.twitter.com/iLvNTIluvv
KONTRAS SIKAP antara Malaysia dan Indonesia:
— Maria A. Alkaff (@MariaAlkaff_) May 10, 2026
Sungguh perbedaan yang tajam dimana Malaysia menyambut rombongan Dr. Basim
Na'im, bahkan mereka diundang secara resmi oleh Perdana Menteri Datuk Anwar Ibrahim. Beliau mengumpulkan para ulama dan tokoh Islam untuk menerima utusan… pic.twitter.com/gM2RzFqzwP