Berita, Nasional

[VIRAL] Monolog Gibran Disorot Host Metro TV, 84 Ribu Dislike Jadi Sorotan

Repelita.net

23 September 2026 18:12 WIB • 110 view

[VIRAL]   Monolog Gibran Disorot Host Metro TV, 84 Ribu Dislike Jadi Sorotan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sindiran publik secara tajam menghujani tayangan konten monolog wakil presiden yang dinilai tidak menyentuh akar permasalahan mendasar mengenai krisis ketersediaan lapangan kerja bagi generasi muda.

Kritik tajam dari pembawa acara televisi mengenai rekam jejak kepemimpinan tersebut disiarkan secara luas oleh kanal YouTube Metro TV pada hari Rabu, 23 September 2026.

ADVERTISEMENT

Tayangan yang membahas isu bonus demografi nasional itu memantik reaksi negatif secara masif hingga mengundang puluhan ribu ketidaksukaan dari para pengguna internet.

"Di YouTube video monolog Mas Wapres cuma dapat 7.600 like sementara dislike-nya 84.000 aduh waduh sakit sih tapi enggak berdarah," ucap sang pembawa acara saat memaparkan fakta respons publik.

Pihak penyiaran menguraikan bahwa narasi mengenai melimpahnya penduduk usia produktif pada masa depan terasa kontradiktif dengan realita sulitnya persaingan mencari nafkah di lapangan.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan fenomena maraknya jalur khusus orang dalam serta kecenderungan adopsi teknologi kecerdasan buatan yang menggerus sektor industri kreatif.

"Daripada bikin video monolog kenapa enggak ajak anak muda kerja bareng betul minimal dikasih peluang pasti sudah senang itu ya," kata sang presenter memberikan saran masukan.

Lebih lanjut, sorotan keras juga datang dari kalangan purnawirawan perwira tinggi militer yang mempertanyakan legitimasi serta jenjang karier kilat sang pejabat negara.

Mantan Komandan Korps Marinir, Letnan Jenderal Marinir Purnawirawan Soeharto, menyampaikan kegelisahan psikologisnya saat harus memberikan penghormatan resmi kepada sosok yang dinilai minim prestasi.

"Saya ini lulusan AAL 1969 saya masuk AL dari tahun 1965 terus tahu-tahu saya harus hormat sama anaknya yang enggak punya prestasi apa-apa bagaimana saya mau ngangkat hormat sama seperti itu?" tutur Soeharto menegaskan posisinya.

Dirinya menilai lompatan karier politik dari tingkat kota menuju kursi kepresidenan dalam kurun waktu dua tahun merupakan sebuah anomali besar di dalam sistem ketatanegaraan.

Tanggapan senada turut membanjiri kolom komentar dari warganet yang menilai penegakan hukum di Indonesia telah mengalami kerusakan parah akibat gurita dinasti politik.

"Betul Pak sudah lengkap hukum di negara kita sudah rusak oleh Jokowi dan keluarganya serta kroni-kroninya betul," tulis netizen dalam kutipan yang diunggah ulang pada akhir siaran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung