Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Menu MBG di Tulang Bawang Barat Dikritik: Nasi-Tempe-Terong Pedas untuk Balita

Repelita.net

13 May 2026 22:35 WIB • 681 view

[VIRAL]  Menu MBG di Tulang Bawang Barat Dikritik: Nasi-Tempe-Terong Pedas untuk Balita
Foto: Istimewa

Repelita Tulang Bawang Barat - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulang Bawang Barat kembali mendapat kritikan tajam dari masyarakat setelah sebelumnya sempat diterpa isu terkait limbah.

Kini giliran kualitas menu dari dapur MBG Kagungan Ratu 2, Kecamatan Tulang Bawang Udik, yang dipertanyakan warga karena dinilai jauh dari standar gizi layak, terutama bagi anak balita.

ADVERTISEMENT

Keributan ini bermula dari sebuah unggahan video di grup Facebook warga pada Rabu, 13 Mei 2026, yang memperlihatkan isi paket makanan mengecewakan.

Dalam rekaman yang beredar luas tersebut, tampak nasi putih, seiris tempe, telur ceplok, tumis terong, dan sebiji pisang menjadi menu yang diterima para penerima manfaat.

Menu ini langsung menjadi buah bibir hangat di kalangan warganet karena dinilai tidak cocok sama sekali untuk dikonsumsi oleh anak-anak usia balita.

Keluhan paling vokal disampaikan oleh Dwi, seorang warga asal Gunung Katun, yang mengaku sangat kecewa melihat porsi makanan yang diterima oleh buah hatinya.

Melalui pesan WhatsApp, ia menyampaikan sindiran pedas terhadap kualitas makanan yang menurutnya terus menunjukkan tren penyusutan.

“Porsinya semakin irit dan langsing,” seloroh Dwi singkat sebagaimana diberitakan Kantor Berita RMOLLampung.

Ia pun mempertanyakan secara terbuka kompetensi para ahli gizi yang bertanggung jawab di balik program tersebut.

Pasalnya, menu tumis terong yang diberikan memiliki cita rasa pedas yang jelas-jelas tidak pantas untuk konsumsi anak di bawah usia lima tahun.

“Di mana letak gizinya di sayur terong? Kalau untuk anak balita ya pedas. Kalau yang tua mungkin cocok makan asem manis. Apa guna ahli gizi?” cecarnya dengan nada kesal.

Kekecewaan Dwi ternyata tidak berhenti sampai di situ karena ia juga membeberkan fakta mengejutkan soal kelayakan konsumsi makanan yang pernah diterimanya sebelumnya.

Ia mengaku pernah mendapati sayur jagung yang sudah berbau asam ketika disajikan kepada anaknya yang masih balita.

Yang lebih ironis, ketika ia mencoba mengeluhkan hal tersebut kepada kader setempat, ia justru mendapat jawaban yang terkesan melukai hatinya.

“Anak saya balita kadang dapat sayur jagung sudah asem. Saya pernah komplain sama kadernya, tapi dijawab ‘terima-terima aja kalau dikasih, kalau mau komplain langsung ke dapurnya’,” imbuhnya menirukan jawaban petugas dengan nada getir.

Nasib serupa juga dialami oleh Rosi, warga Kagungan Ratu, yang mengonfirmasi bahwa kedua anaknya menerima menu lauk tumis terong yang sama persis.

Berbagai keluhan yang mengalir deras dari warga ini menjadi catatan merah serius bagi pelaksanaan program MBG di wilayah Tulang Bawang Udik.

Warga pun mendesak para pengelola dapur dan instansi terkait untuk tidak bermain-main dengan urusan perut serta masa depan anak-anak bangsa.

Pengawasan yang ketat terhadap standar gizi dan kelayakan makanan dinilai mendesak untuk segera dilakukan oleh pihak berwenang.

Hal ini penting agar anggaran negara yang dialokasikan tidak menguap sia-sia menjadi menu "langsing" yang miswill gizi dan tidak layak konsumsi.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung