Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Menteri Kesehatan Dilarikan ke Rumah Oksigen saat Tinjau Asap Kebakaran Hutan di Kalimantan Tengah

Repelita.net

25 October 2026 16:30 WIB • 49 view

[VIRAL] Menteri Kesehatan Dilarikan ke Rumah Oksigen saat Tinjau Asap Kebakaran Hutan di Kalimantan Tengah
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Gelombang kritik dari kalangan pengguna media sosial saat ini tengah mengalir deras pasca mencuatnya kabar mengenai kondisi kesehatan Menteri Kesehatan saat meninjau langsung dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan.

ADVERTISEMENT

Pejabat negara tersebut menjadi sorotan tajam lantaran dirinya sempat melontarkan seruan kontroversial agar warga yang wilayahnya terdampak karhutla bersedia melakukan adaptasi dengan lingkungan sekitar.

Rangkaian polemik siber ini bermula melalui sebuah rilis publikasi informasi digital yang dibagikan secara terbuka oleh kepemilikan akun media sosial @beritalambemu.

Berdasarkan data catatan komparatif dari unggahan akun @beritalambemu, sang menteri dikabarkan langsung mengalami penurunan kondisi fisik yang drastis tidak lama setelah mendarat di Kalimantan Tengah.

Menteri kesehatan kedapatan memperlihatkan raut wajah pucat, hampir pingsan, hingga terpaksa dilarikan oleh tim medis menuju ke fasilitas rumah oksigen MDMC Kalimantan Tengah akibat tidak tahan dengan kepungan asap.

Lantaran kondisi kebugarannya dinilai tidak kunjung membaik dari paparan polusi udara pekat, keesokan harinya sang menteri dilaporkan langsung meninggalkan wilayah Kalimantan Tengah guna bertolak kembali menuju ke Jakarta.

Insiden tumbangnya sang pejabat akibat kepulan asap sisa kebakaran vegetasi alam tersebut seketika memantik badai komentar kritis serta reaksi satir dari kalangan warga net.

Kenapa sih orang yg bukan dokter malah jd menkes? Tolong lah kembalikan posisi itu ke orang yg lebih kompeten !!! tulis akun @meili.sha19 menumpahkan pendapatnya di kolom komentar.

Sentimen kekecewaan publik kian memuncak mengingat komunitas penduduk lokal di daratan pulau tersebut disinyalir sudah harus bertahan hidup di bawah kepungan polusi udara selama berbulan-bulan.

Kasi 1 bln aja dia tinggal di daerah kebakaran. Ini rakyat kalimantan sdh 4 bln lbh menghirup asap, ketik akun @amoryanazain mengekspresikan kekesalan hatinya atas kebijakan penanganan yang dinilai lamban.

Beberapa pengguna internet bahkan kedapatan mengirimkan untaian kalimat bernada sindiran ekstrem sebagai bentuk protes atas tidak adanya penetapan status darurat nasional.

Padahal kalo Menteri ini wafat bisa langsung jadi PAHLAWAN Nasional, tutur akun @atosukamto66 menyematkan kalimat sindiran pedasnya di ruang komunikasi digital.

Masyarakat menilai momentum jatuhnya kondisi kesehatan sang figur publik seharusnya mampu menjadi bahan evaluasi otentik bagi jajaran pemangku kebijakan di tingkat pusat.

Nah setelah ngalami sendiri bahayanya asap apa pak Mentri mau lapor ke Wowo klo keadaan disana tidak baik2 saja sdh waktunya dinyatakan bencana Nasional....apa mau tunggu hujan???ato tunggu penderita ISPA berjatuhan... ketik akun @tiamutiara637.

Para pengguna platform media sosial menyayangkan minimnya empati dari aparatur negara yang sebelumnya justru terkesan menyepelekan ancaman gangguan pernapasan yang mengintai jutaan balita.

Alhamdulillah pak presiden, saya belum mati. Cuman agak susah nafas aja. Bacot nyuruh adaptasi, tulis akun @ahmad_zaini_husein mengonseptualisasikan prediksi rilis laporan sang menteri.

Di sisi lain, publik mengkhawatirkan jika laporan berkala yang nantinya disodorkan ke hadapan Kepala Negara justru tidak memuat data riil mengenai penderitaan masyarakat di lapangan.

dan laporan kebapak, pak,terpantau kalimantan aman. hhmmm, ketik akun @akangz_wara sebagai bentuk penutup rasa pesimisme netizen atas keterbukaan informasi publik saat ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung