Repelita Jakarta - Sebuah unggahan di platform media sosial Threads mengenai aksi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memicu perhatian luas dari warganet.
ADVERTISEMENT
Sorotan publik mengalir deras setelah beredarnya sebuah foto yang memperlihatkan sang menteri tengah mengenakan selang alat bantu pernapasan.
Kritik terhadap dokumentasi tersebut disampaikan secara terbuka melalui sebuah unggahan oleh akun @gunromli yang dipublikasikan pada 25 Oktober 2026.
"Selang Oksigen di Hidung Menkes Adapatasi, tapi Asap Tetap di Paru-Paru Rakyat Setelah viral foto Menteri Adaptasi alias Menkes Budi Sadikin pakai selang oksigen dengan narasi "baru sehari di Kalteng sudah sesak nafas", dan terus diserang soal kata "adaptasi" yg ia minta ke warga untuk menghadapi asap kebakaran hutan Menkes Adaptasi buru-buru klarifikasi: ia tidak sesak napas, foto pakai selang oksigen itu hanya "edukasi" katanya." tulis akun itu pada bagian pertama unggahannya.
Pemilik akun tersebut kemudian melanjutkan pandangan kritisnya mengenai efektivitas fasilitas penanganan dampak kesehatan dari bencana asap yang tersedia di lapangan.
"Ketika ribuan warga Kalteng benar-benar sesak, menterinya sibuk ngonten. Lihat apa yg dipamerkan? Rumah Oksigen milik MDMC Muhammadiyah. Bus Oksigen milik Pemprov Kalteng. Lalu fasilitas Kemenkes di mana? Fasilitas pihak lain dipajang, seakan-akan negara sudah hadir dan semuanya terkendali. Ini bukan edukasi, itu numpang panggung namanya." tambah akun tersebut dalam rangkaian tulisan lanjutannya.
Pernyataan yang diunggah ke ruang digital ini langsung mengundang perhatian warganet hingga menuai berbagai reaksi di kolom komentar.
Respons dari salah satu pengguna internet muncul melalui ulasan opini yang dituliskan oleh akun @triyonowijanarko.
"Kalau gak goblok bukan kabinetnya prabowo bung... 🤣🤣🤣" ketik warganet tersebut mengungkapkan pandangannya.
Tanggapan bernada serupa yang menyoroti tindakan pejabat publik dalam merespons situasi darurat juga diutarakan oleh pengguna lain.
"Pejabat gakada gunanya" tulis akun @udinutamautama singkat di kolom komentar.
Sikap kritis terhadap langkah komunikasi yang diambil oleh pihak kementerian dalam menyikapi bencana kabut asap tersebut turut diutarakan oleh netizen lainnya.
"Ternyata rakyat sudah tidak bisa di kadali ya pak .. ??? Kebohongan bisa ditutupi dg membuat kebohongan yg lebih besar lagi .. !!!" ungkap akun @patumankpatumank.
Komentar lain yang menyuarakan kekecewaan terhadap perhatian penanganan bagi masyarakat juga dituliskan secara ringkas oleh warga digital.
"Sombong" tulis akun @iswari.dewi01 menanggapi situasi tersebut.
Kepasrahan mengenai kondisi penanganan dampak kabut asap di daerah pun disampaikan oleh warganet lain sebagai penutup diskusi di Threads.
"Itulah adanya... Warga selamatkan diri masing masing." tutur akun @yuniati_harianto dalam kolom interaksi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads