Repelita Padang - Jagat maya tengah dihebohkan oleh unggahan dokumentasi visual jenaka dari sebuah akun Instagram @malakustikad yang dipublikasikan pada hari Sabtu, 23 Mei 2026 kemarin.
Tayangan singkat tersebut seketika menarik perhatian khalayak luas lantaran memperlihatkan drama menggelikan seorang balita pria yang menangis histeris sembari merapikan pakaiannya ke dalam wadah plastik penampung sampah.
ADVERTISEMENT
Bocah tersebut bersikeras ingin meninggalkan kediaman orang tuanya demi mengadu nasib menjadi tenaga kerja pada proyek percontohan Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh pemerintah pusat.
Di tengah kepanikan yang memicu tawa tersebut, sang ibunda terdengar berusaha menginterogasi buah hatinya mengenai alasan mendasar di balik keputusan ekstrem untuk pergi dari rumah.
Bukannya bercita-cita menjadi pekerja migran atau profesi formal lainnya, anak kecil yang akrab dipanggil Aca ini justru bertekad bulat melamar pekerjaan pada program sosial yang populer itu.
"Mau ke mana?" tanya sang ibu.
"Aku mau kabur," jawab bocah itu sambil terisak.
"Mau kabur ke mana?" tanya ibu lagi.
"Mau kerja," jawabnya singkat.
Ketika dipaksa untuk membeberkan lokasi institusi tempat dirinya akan mencari nafkah, sang balita langsung memberikan jawaban polos yang membuat ibunya terkejut.
"Di MBG, Aca capek dimarah-marahin terus sama mama, sama bapak, enggak mau."
Mendengar keluhan tersebut, sang ibunda langsung memberikan klarifikasi lembut bahwa tindakan tegasnya tersebut bukanlah bentuk kemarahan melainkan edukasi kedisiplinan beristirahat.
Nasihat tersebut ditujukan agar sang anak memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas luar ruangan seperti menerbangkan layang-layang bersama rekan sebaya pada waktu sore hari.
Akan tetapi, argumen rasional itu diabaikan begitu saja oleh sang anak yang bahkan mencoba memengaruhi adik kandungnya agar ikut serta dalam aksi pelarian tersebut.
Frasa singkatan yang dilontarkan oleh sang anak merujuk langsung pada program jaminan pemenuhan nutrisi nasional yang saat ini memang gencar disosialisasikan oleh jajaran kabinet presiden.
Fenomena unik ini menjadi bukti nyata bagaimana program strategis negara tersebut telah melekat kuat dalam ingatan kolektif kelompok usia dini sebagai sektor lapangan usaha baru.
Kolom komentar media sosial pun langsung dibanjiri oleh tanggapan dari para pengguna internet yang merasa terhibur dengan keluguan cara berpikir sang anak dalam menyikapi dinamika keluarga.
"Enak lho, jadi anak kecil main, tidur siang, makan, sekolah. Jadi dewasa itu berat lho, dek," tulis salah satu warganet.
Sebagian pengguna internet lainnya juga ikut memberikan komentar bernada gurauan terkait posisi jabatan yang sekiranya cocok untuk diemban oleh sang anak di unit pelaksana tersebut.
"Kerja di MBG bagian incip-incip, biar menu sesuai selera anak-anak," tulis pengguna lain di kolom komentar.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok