Repelita Jakarta - Sorotan mengenai patriotisme, penggunaan pajak, dan pengelolaan anggaran negara kembali ramai diperbincangkan setelah unggahan di X pada 3 Oktober 2026.
Dalam unggahan pada pukul 11.47 WIB, @LiterasiRakyat menulis, “Duh.. Patriotisme di Depan, Triliunan Rupiah di Belakang. Oh… Pajak ku, Pajak Ku…😭”
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari sejumlah pengguna X yang mempertanyakan pengelolaan uang rakyat serta kondisi pemerintahan.
Akun @rahmaniarbaftim merespons dengan menyampaikan kritik terhadap pihak yang dinilai rakus dalam mengelola kepentingan negara.
“Rasanya kita hidup dinegara edan dan gila. Sdh habis kata² utk membully bahkan memaki mrk yg rakus di negeri ini ya dinda ifah?”
Menanggapi komentar tersebut, @LiterasiRakyat kembali menulis pada 3 Oktober 2026 mengenai alasan dirinya masih aktif menyampaikan kritik melalui media sosial.
“Sebenernya juga udah males banget buka X lagi kak Fah, cuma karena ingat akan ada termul kepanasan setiap aku posting aja yg masih membuat diri ini rela kembali posting tentang “Kejahatan Mulyono”..😂”
Percakapan berikutnya turut diisi sejumlah komentar yang mengaitkan persoalan anggaran, kekuasaan, serta integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Akun @Sut4nMudo menilai persoalan tersebut telah berlangsung sejak lama dan menyebut adanya peningkatan skala anggaran yang menurutnya semakin besar.
“Sudah dari dulu dan tidak pernah tersentuh, bedanya sekarang makin masif dengan anggaran super jumbo. Semakin dimanjakan dan semakin lupa diri. Siapa yang bisa membongkar ini? Hanya presiden yg kuat tapi bukan prabowo krn dia lemah.”
Sementara itu, akun @Anti_0ligarki mengarahkan pertanyaannya kepada kanal resmi perpajakan dengan menulis, “@kring_pajak duit rakyat diselewengkan mana tanggung jawab kalian?”
Pandangan lain disampaikan @dewi240278 yang mengaitkan persoalan kondisi negara dengan sistem ekonomi dan politik yang diterapkan.
“Negara ini sudah amat sgt bobrok dengan Kapitalisme nya Yg bisa merubah nya hanya dgn ganti sistem Apakah mereka (para netizen) yang katanya ingin perubahan masih belum terpikirkan u ganti sistem Sistem di dunia ada 3 : Sosialis Komunis, Kapitalis dan Islam.. Kita mau yang mana”
Akun @SaidZRamadhan3 kemudian menyoroti pentingnya integritas manusia dalam menjalankan sistem pemerintahan maupun aturan yang telah dibangun.
“Sehebat apa pun teknologi, sekuat apa pun infrastruktur fisik, dan seketat apa pun aturan yang dibangun, semuanya akan menjadi sia-sia jika manusia yang mengoperasikannya dapat disuap dan tidak memiliki integritas. 🤔”
Komentar lainnya datang dari @Candj09 yang menilai persoalan pemanfaatan jabatan untuk kepentingan pribadi bukan merupakan hal baru.
“Bukannya bisnis itu sdh dari dulu, di Indonesia Jabatan itu kesempatan memperkaya diri”
Akun @ardjoe0704 menyampaikan pandangan singkat mengenai perubahan model pengelolaan negara dengan menulis, “Harus diganti model Taiwan...”
Sementara itu, @IrmansyahAdhy merespons dengan ungkapan, “Habis gelap tak kunjung terang..😔”
Pertanyaan mengenai penggunaan dana juga muncul dari akun @Karuchika12 yang menulis, “Hibah tapi beli / bayar juga ada kah?”
Adapun akun @bpkbktashm menyampaikan komentar bernada keras terkait kondisi Indonesia dengan menulis, “Bangsat semua, mau jadi apa Konoha ini”
Percakapan tersebut memperlihatkan beragam respons publik terhadap isu patriotisme, pajak, anggaran negara, integritas pejabat, dan pengelolaan kekuasaan yang muncul setelah unggahan pada 3 Oktober 2026.
Meski berasal dari sudut pandang berbeda, seluruh tanggapan tersebut menunjukkan adanya perdebatan publik mengenai penggunaan uang negara serta tuntutan terhadap transparansi dan integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Duh.. Patriotisme di Depan, Triliunan Rupiah di Belakang. Oh… Pajak ku, Pajak Ku…😭 https://t.co/aQHK6F6pDO
— 𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾ (@LiterasiRakyat) October 3, 2026