Repelita Jakarta - Kritik menohok kembali diarahkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan jajarannya terkait pengadaan fasilitas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sejalan dengan tujuan utama perbaikan gizi masyarakat.
Kader PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menyoroti adanya pembagian motor listrik kepada pihak tertentu sementara di sisi lain bermunculan laporan mengenai kualitas makanan yang buruk.
ADVERTISEMENT
"Luar biasa fasilitas untuk MBG dan SPPG ini," ujar Guntur pada Selasa (7/4/2026) menanggapi video viral yang memperlihatkan gudang berisi puluhan ribu motor listrik berlogo BGN.
Ia mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran di tengah kebijakan efisiensi yang tengah digalakkan oleh pemerintah.
"Bagi ketuanya dibagikan motor listrik, untuk anak-anak dan siswa berita yang beredar makanan beracun, berbelatung, berulat, busuk," tukasnya dengan nada kesal.
Lanjut dia, kebijakan pembagian motor listrik tersebut dinilainya tidak selaras dengan situasi efisiensi anggaran yang sedang berlangsung.
"Di tengah efisiensi, BGN bagi-bagi motor listrik. Koar-koarnya sih BGN ini untuk perbaikan gizi, tapi hambur-hamburin duitnya di belajar motor," terangnya mengkritik.
Guntur menilai terdapat ketidaksesuaian antara tujuan program MBG yang mulia dengan implementasinya di lapangan yang justru boros.
"Benar-benar maling berkedok gizi," kuncinya menegaskan kekecewaannya terhadap pengelolaan program tersebut.
Menanggapi video viral yang memperlihatkan gudang berisi deretan sepeda motor listrik berlogo BGN, Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan klarifikasi.
Ia menyebut bahwa kendaraan tersebut memang disiapkan untuk mendukung operasional program MBG di daerah.
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ucap Dadan dalam keterangan tertulisnya.
Dadan menjelaskan bahwa sepeda motor tersebut hingga kini belum dibagikan kepada pihak terkait karena masih harus melalui proses administrasi.
"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," Dadan menuturkan.
Ia menambahkan bahwa pengadaan motor listrik tersebut dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025 dan proses realisasinya belum sepenuhnya rampung.
Dadan juga membantah informasi yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit dengan menegaskan bahwa angka tersebut tidak benar.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," imbuhnya.
Video yang beredar di media sosial Instagram memperlihatkan bagian dalam dan luar gudang yang dipenuhi sepeda motor listrik masih terbungkus plastik.
Dalam rekaman itu, perekam video menyebut jumlah sepeda motor mencapai puluhan ribu unit dan diklaim berada di wilayah Jawa Barat.
"Gini, Bang, ya. Ini yang saya spill ini, semua motornya tuh ada 70.000, Bang. 70.000 motor untuk wilayah Provinsi Jawa Barat doang. Nah, kira-kira semua karyawannya atau cuman kepala dapur SPPG-nya doang, saya kurang paham. Saya enggak berani nyebarin berita hoaks," kata pria yang merekam video tersebut seperti diunggah akun Instagram Harian Banten Raya.
Perekam video juga menyebut kendaraan tersebut merupakan motor listrik, namun ia tidak merinci lokasi spesifik gudang penyimpanannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok