Repelita Jakarta - Gelombang kritik tajam kini tengah menerpa jalannya roda pemerintahan saat ini seiring dengan ambrolnya nilai tukar rupiah hingga menyentuh zona merah yang paling parah di pasar valuta asing.
Masyarakat di ruang siber ramai-ramai mengungkit kembali jejak digital berupa pernyataan tertulis di platform X yang pernah dilontarkan oleh sang kepala negara jauh sebelum dirinya menduduki kursi kepemimpinan nasional.
ADVERTISEMENT
Dokumentasi digital resmi dari alamat tautan x.com @prabowo yang diunggah pada tanggal 11 Desember 2013 pukul 20:20 WIB tersebut kini menjadi bumerang politik di tengah merosotnya nilai mata uang.
Dalam cuitan masa lalunya itu tertulis sebuah kritik mendalam yang berbunyi “Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus bung @DavidEtendni. Hampi r semua nilai tambah, dinikmati bangsa asing.”.
Seorang pengamat siber Ibnu Yasin secara terbuka menyuarakan kesepakatannya terhadap substansi pandangan lama tersebut seraya membandingkan kondisi riil stabilitas keuangan masa lalu dengan realitas pahit yang terjadi pada pertengahan tahun 2026 ini.
Menurut ulasannya Ibnu Yasin menilai performa nilai mata uang garuda di bawah kendali manajemen kabinet sekarang justru menunjukkan performa yang jauh lebih buruk hingga masuk dalam jajaran lima instrumen moneter paling lemah di tingkat global.
Dirinya juga menyayangkan sikap sebagian analis dadakan yang dinilai terlalu memaksakan argumentasi bias demi membela jalannya program kerja rezim penguasa di tengah impitan beban ekonomi yang semakin nyata dirasakan oleh rakyat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Selamat malam, sahabat Twitter. Apa kabar?
— Prabowo Subianto (@prabowo) December 11, 2013
Kondisi rupiah saat ini adalah bukti ekonomi bangsa telah salah urus bung @DavidEfendhi. Hampir semua nilai tambah, dinikmati bangsa asing.
— Prabowo Subianto (@prabowo) December 11, 2013