Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Harga Plastik Melonjak, Kini Beredar Meme Penggunaan Daun Pisang sebagai Kemasan

Repelita.net

06 April 2026 22:48 WIB • 1,104 view

[VIRAL] Harga Plastik Melonjak, Kini Beredar Meme Penggunaan Daun Pisang sebagai Kemasan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Harga plastik yang melonjak drastis akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini memicu beredarnya berbagai meme di media sosial, salah satunya tentang penggunaan daun pisang sebagai kemasan alternatif.

Seorang warganet dengan akun X @tanyarlfes pada 5 April 2026 mengunggah foto bakso yang dikemas dengan mangkuk berbahan dasar daun pisang.

ADVERTISEMENT

"Serius tanya, emangnya harga plastik lagi mahal atau gimana nih?," tanyanya dalam cuitan yang disertai foto tersebut.

Cuitan itu pun seketika viral setelah ditayangkan di hadapan 1,5 juta pengguna X dalam waktu singkat.

Para warganet pun ramai-ramai mengeluhkan kenaikan harga plastik yang dinilai sangat memberatkan, terutama bagi para pedagang kecil.

"Jujur iya banget, harga tertinggi selama suamiku jualan tali tampar, biasnanya masih lumrah naiknya, ini per kg 10 ribu jir," ujar akun @hellorondok.

"Iya kak, aku jual serba 5000 juga bingung ini untuk gak seberapa tapi pada minta plastik gak mau ditali padahal barangnya gede-gede huuhu, kadang masih minta double. Belum juga abis ini pada protes kalau harga naik semua," jelas akun @double__u.

"Iya kak supplierku naikin harga sampai 40 persen, exportku jadi kalang kabut, bingung ini biaya apalagi yang harus aku tekan selain biaya produksi dan logistik," tandas akun @moodarrr1.

Dikabarkan harga plastik saat ini bisa melonjak hingga 250 persen akibat sulitnya mendapatkan bahan baku plastik imbas perang yang berkepanjangan.

Meme penggunaan daun pisang sebagai kemasan pun menjadi sindiran publik atas mahalnya harga plastik yang semakin tidak terjangkau bagi masyarakat kecil.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung