Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Guru SD di Taliabu Hukum Siswa Makan Lumpur Gegara Teguran Diabaikan

Repelita.net

09 May 2026 22:23 WIB • 805 view

[VIRAL] Guru SD di Taliabu Hukum Siswa Makan Lumpur Gegara Teguran Diabaikan
Foto: Istimewa

Repelita Taliabu - Jagat media sosial dihebohkan dengan rekaman video yang memperlihatkan tindakan ekstrem seorang oknum guru piket di SD Negeri Bobong, Pulau Taliabu, yang memberikan hukuman tidak wajar kepada para siswanya.

Aksi pemberian hukuman berupa perintah memakan tanah lumpur tersebut diduga dipicu oleh rasa kesal sang pengajar lantaran instruksi untuk masuk ke dalam kelas diabaikan oleh sejumlah murid yang sedang asyik bermain.

ADVERTISEMENT

Peristiwa yang terjadi pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIT tersebut seketika memicu kemarahan besar dari pihak orang tua wali murid yang tidak terima anak-anak mereka diperlakukan secara tidak manusiawi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pulau Taliabu segera turun tangan guna menanggapi polemik tersebut dan mengonfirmasi bahwa mediasi antara pihak sekolah dan keluarga korban telah dilaksanakan.

Mengenai kronologi kejadian yang memilukan tersebut, pihak otoritas pendidikan setempat memberikan penjelasan resmi kepada media pada Jumat (8/5/2026) terkait pemicu awal tindakan keras sang guru.

Pihak Dikbud Taliabu menjelaskan bahwa guru piket tersebut awalnya menegur sejumlah siswa yang sedang bermain bola dari tanah lumpur, namun karena peringatan berulang kali tidak didengar, sang guru yang merasa emosional akhirnya memberikan hukuman drastis.

Kepala Dinas Pendidikan setempat menegaskan bahwa meskipun tindakan disiplin diperlukan, metode yang membahayakan kesehatan siswa sangat tidak dibenarkan dan kini sang guru sedang menjalani proses pembinaan khusus.

Terkait status penyelesaian kasus yang sempat membuat situasi sekolah mencekam tersebut, pihak dinas memberikan keterangan singkat bahwa, "Kasus Guru Hukum Siswa Makan Lumpur Berakhir Damai, Kadisdik: Kami Lakukan Pembinaan."

Pihak sekolah dan para orang tua dilaporkan telah sepakat untuk menempuh jalan kekeluargaan setelah sang oknum guru menyampaikan permohonan maaf secara terbuka serta mengakui kekhilafannya dalam memberikan sanksi fisik.

Meski telah berakhir damai, insiden ini menjadi catatan kelam bagi dunia pendidikan di Maluku Utara serta menjadi pengingat bagi seluruh tenaga pendidik agar tetap mengedepankan etika dan kasih sayang dalam membina karakter murid.

Para pengamat pendidikan mendesak agar pengawasan terhadap standar pemberian hukuman di sekolah semakin diperketat guna mencegah terulangnya aksi serupa yang dapat mencederai martabat serta kesehatan mental anak didik.

Dinas Pendidikan berjanji akan terus melakukan pemantauan intensif di SD Negeri Bobong guna memastikan iklim belajar mengajar kembali kondusif serta menjamin rasa aman bagi seluruh siswa di lingkungan sekolah tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung