Berita, Nasional

[VIRAL] Guru SD Berdandan Nyentrik Saat Mengajar, Yasin Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka

Repelita.net

13 September 2026 13:12 WIB • 378 view

[VIRAL] Guru SD Berdandan Nyentrik Saat Mengajar, Yasin Sampaikan Permohonan Maaf Terbuka
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah rekaman video pendek yang memperlihatkan aktivitas harian seorang pendidik pria mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet media sosial.

Tokoh utama dalam video kontroversial tersebut diketahui aktif membagikan berbagai momen aktivitas mengajarnya melalui kanal YouTube Yasin yang diunggah pada Sabtu (12/9/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam sejumlah tayangan yang dibagikan ke ruang publik digital, tenaga pengajar sekolah dasar itu tampak memperlihatkan rutinitasnya dari perjalanan hingga berinteraksi di lingkungan kelas.

Namun, penampilan visual sang guru dalam salah satu unggahan justru memicu gelombang kritik pedas dari para pengguna internet karena dinilai tidak lazim.

Wajah pendidik tersebut tampak lebih cerah layaknya menggunakan bedak tebal, sementara area bibirnya terlihat berwarna kemerahan.

Situasi tersebut langsung memicu spekulasi luas di kalangan warganet yang menduga bahwa sang tenaga pendidik mengenakan produk pewarna bibir ketika menjalankan tugas profesionalnya.

Berbagai tanggapan kritis langsung membanjiri kolom komentar akun TikTok @sin6_0 milik sang guru karena profesinya yang bersentuhan langsung dengan anak-anak usia dini.

Kekhawatiran publik muncul karena penampilan seorang pendidik dianggap mampu membentuk persepsi serta pola pikir peserta didik yang masih berada dalam fase perkembangan psikologis labil.

Kritik tajam dari para netizen tersebut dirangkum secara langsung melalui beberapa tanggapan yang terekam di dalam kolom komentar video viral berikut ini.

"Guru SD loh, yg mana anak SD masih labil"nya sedikit bnyak pasti merubah pola pikir anak Didiknya," tulis salah satu warganet menanggapi penampilan sang guru.

Komentar bernada kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh pengguna internet lainnya yang menyoroti fungsi seorang tenaga pendidik sebagai suri teladan di sekolah.

"Jangan kasih jadi guru SD, takutnya jadi role model anak2 yg polos," sambung warganet lain mengekspresikan pandangannya.

Bahkan, sebagian pengguna media sosial menyoroti aspek gestur tubuh hingga pembawaan sang guru yang dinilai sudah melampaui batas kewajaran profesi pendidik.

"Ini sih bukan soal gincu doang pak guru!!.. Dari alisnya, gerak gerik badannya, suaranya dah menyerupai cewe semua," kritik pedas netizen lainnya.

Menanggapi badai kritik yang menerpa dirinya, pemilik akun YouTube Yasin akhirnya kembalikan kemudi komunikasi publik dengan menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Sabtu (12/9/2026).

Ia mengaku sadar sepenuhnya bahwa setiap konten digital yang dibagikan oleh seorang tenaga pengajar pasti akan mendapatkan sorotan ketat dari masyarakat luas.

"Saya Yasin, saya ingin menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa kurang nyaman atau tersinggung dengan video yang saya bagikan," ungkap Yasin di awal klarifikasi.

Pria tersebut menyatakan siap berlapang dada menerima segala bentuk teguran, evaluasi, serta masukan konstruktif yang dialamatkan kepada pribadinya.

"Saya menyadari, sebagai seorang guru, setiap hal yang saya tampilkan di media sosial dapat menjadi perhatian dan menimbulkan berbagai penilaian. Untuk itu saya menerima kritik dan masukan yang disampaikan kepada saya," akui Yasin.

Terkait tudingan mengenakan produk pewarna bibir, sang guru memberikan bantahan tegas dan menyatakan bahwa riasan tersebut sekadar pemoles wajah tipis di depan kamera.

Langkah tersebut diambil semata-mata agar wajahnya tidak tampak kusam atau pucat ketika tersorot lensa kamera digital saat pembuatan konten.

"Terkait penampilan saya dalam video tersebut, make up yang saya gunakan pada dasarnya hanyalah make up sederhana untuk menunjang penampilan agar wajah tidak terlihat pucat saat berada di depan kamera."

Selain itu, ia juga meluruskan kesalahpahaman mengenai benda yang melekat di area bibirnya agar tidak terus menjadi bahan perbincangan keliru di tengah masyarakat.

"Dan saya di situ tidak memakai gincu, saya hanya memakai lip serum salah satu brand," pungkas Yasin.

Ia turut menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyimpan niat buruk untuk memberikan teladan menyimpang ataupun mengajak orang lain meniru gayanya.

"Tidak ada maksud untuk merendahkan ataupun mengajak siapapun untuk meniru apa yang saya lakukan."

"Saya ingin menegaskan bahwa saya tetap memahami posisi saya sebagai guru."

Sebagai seorang tenaga pendidik profesional, ia selalu menanamkan batasan etika berpakaian serta bersikap yang patuh terhadap aturan lingkungan sekolah kepada murid-muridnya.

"Justru kepada siswa-siswa saya, saya selalu memberikan batasan dan arahan mengenai bagaimana mereka seharusnya bersikap dan berpenampilan sesuai dengan lingkungan sekolah," kata Yasin.

Ia juga memastikan bahwa sejauh ini tidak ada satupun anak didiknya di sekolah yang terpengaruh atau mencoba meniru gaya penampilan kontroversial tersebut.

"Alhamdulillah selama saya mengajar, tidak ada satu pun siswa yang mengikuti atau meniru penampilan saya tersebut seperti di video."

Bahkan, ia berkomitmen untuk menjadi orang terdepan yang akan melarang apabila mendapati siswanya meniru hal-hal yang dinilai tidak pantas.

"Dan apabila ada hal yang menurut saya tidak tepat untuk ditiru oleh siswa, tentu saya sendiri akan menjadi orang pertama untuk melarang dan mengarahkannya," ungkap Yasin.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung