Repelita Jakarta - Perbincangan mengenai utang negara dan penggunaan anggaran publik kembali menjadi sorotan di media sosial.
Akun Threads @paltiwest mengkritik pertambahan utang Indonesia yang menurutnya tidak sepenuhnya dirasakan manfaatnya untuk kesejahteraan masyarakat.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, akun tersebut menyoroti beban pembayaran utang yang bersumber dari pajak masyarakat.
"Utang Indonesia bertambah bukannya untuk kesejahteraan rakyat malah kesejahteraan pejabat.. Terus yang bayarin Utang Negara Pajak Rakyat untuk para pejabat."
"Terus yang bayarin Utang kita untuk bertahan hidup in this economy kita masing-masing.. Bangga kalian 58% 💩💩💩?!"
Unggahan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari sejumlah pengguna Threads.
Akun @davidfrederik menyoroti anggaran negara yang digunakan untuk membiayai gaji dan fasilitas pejabat.
"Utang Negara Bertambah dan Pajak Rakyat buat bayarin salah satunya Gaji dan Fasilitas @ketua_dprri selama 2 Periode tapi hanya MAKAN GAJI BUTA DOANG !!"
Ia kemudian menambahkan pernyataan yang ditujukan kepada Puan Maharani.
"Bilangin sama Anak Majikan sampeyan @paltiwest kalau Masi ada URAT MALU suruh mundur si Puan !! S A M P A H"
Sementara itu, akun @kabarinaja.idn mempertanyakan jumlah anggota Dewan Pertimbangan Presiden dan penasihat yang ada.
"Kalau Wantimpres 26 biji dan penasihat 10 ekor disebutnya apa dong??"
Akun @muhammadibrahim_quotes juga memberikan komentar bernada kritik terhadap kondisi politik dan pemerintahan.
"Mereka penjajah berwajah Pribumi, . Satu kata: Kudeta"
Komentar lainnya datang dari akun @n.agung_pambudhi yang menanggapi seruan mengenai mobilisasi masyarakat.
"Ayoook dong bang mobilisasi masyarakat.. jgn ngomong aja.. kita cek aja aksinya.."
Rangkaian unggahan tersebut memperlihatkan perdebatan warganet mengenai utang negara, penggunaan anggaran publik, fasilitas pejabat, serta kebijakan pemerintahan.
Pernyataan dan komentar tersebut merupakan pandangan pengguna media sosial yang disampaikan dalam ruang publik dan tidak dengan sendirinya membuktikan tudingan yang disampaikan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads