Repelita Jakarta - Unggahan mengenai pernyataan ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali memicu perdebatan di media sosial.
Bambang melalui akun X @sibambaang pada 12 September 2026 pukul 14.47 WIB membagikan informasi yang menyebut adanya tudingan terhadap guru terkait kasus keracunan pelajar.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahan tersebut, Bambang menuliskan secara utuh pernyataan yang dikaitkan dengan ahli gizi MBG mengenai penyebab keracunan makanan di lingkungan sekolah.
“Ahli Gizi MBG Sebut Banyaknya KERACUNAN Disebabkan GURU yang LALAI Menurut ahli gizi MBG, penyebab banyak keracunan massal pelajar adalah guru di sekolah. Guru seharusnya bisa mencoba atau mencium aroma makanan MBG yang tiba di sekolah layak atau tidak dibagikan ke siswa.”
Pernyataan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari pengguna X yang menyoroti posisi guru dalam pelaksanaan program MBG di sekolah.
Akun @yanyan937355 menanggapi dengan menyerukan agar para guru menolak MBG mulai Senin berikutnya dan meminta orang tua menyiapkan bekal dari rumah.
“Kepada seluruh guru diseluruh Indonesia, mulai senin besok tolak smua MBG ya..biar ga disalahkan, biar guru lebih fokus ngajar anak anak, n buat ortu/wali murid diharapkan menyiapkan bekal dari rumah buat anak" nya ya.”
Komentar lain datang dari akun @hello_hobbyan yang menyampaikan keprihatinan terhadap guru yang dinilai kerap menjadi sasaran kesalahan dalam persoalan tertentu.
“Kasihan Guru2 indonesia selalu jadi objek kesalahan orang2 Munafik, gak Punya Nurani.”
Sementara itu, akun @RizalRi27840524 menyampaikan kritik lebih luas terhadap pelaksanaan MBG dengan menyoroti sejumlah persoalan yang menurutnya perlu mendapat perhatian.
“MBG itu super mudhorot ketimbang manfaat, kenapa ? - Tidak menjaga hieginitas - Banyak di markup harga - Menyalahkan korban, bukan evaluasi (tidak peka). - Depopulasi anak-anak masa kini. - Membodohkan anak-anak sekolah dgn mengganggu jam pelajaran makan siang sebelum waktunya.”
Tanggapan lainnya disampaikan akun @itachi_saring yang menyoroti kondisi guru ketika terjadi kasus keracunan yang dikaitkan dengan makanan MBG.
“Kasihan guru, gajinya kecil dikambinghitamkan ketika siswanya keracunan mbg, yg untung besar yg punya dapur mbg”
Rangkaian komentar tersebut memperlihatkan adanya perdebatan di media sosial mengenai pembagian tanggung jawab antara sekolah, guru, penyedia makanan, serta pihak yang mengelola program MBG.
Namun, unggahan Bambang tidak menyertakan identitas ahli gizi yang dimaksud maupun rincian kasus keracunan tertentu yang menjadi dasar pernyataan tersebut.
Karena itu, tudingan mengenai kelalaian guru sebagaimana disebut dalam unggahan tersebut merupakan pernyataan yang dikutip Bambang dan masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi serta data mengenai kasus yang dimaksud.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Ahli Gizi MBG Sebut Banyaknya KERACUNAN Disebabkan GURU yang LALAI
— Bambang (@sibambaang) September 12, 2026
Menurut ahli gizi MBG, penyebab banyak keracunan massal pelajar adalah guru di sekolah.
Guru seharusnya bisa mencoba atau mencium aroma makanan MBG yang tiba di sekolah layak atau tidak dibagikan ke siswa. pic.twitter.com/ao2Knu0GG4