Repelita Washington, DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras kepada Iran untuk "bertindak cerdas" terkait kesepakatan nuklir, di tengah kebuntuan negosiasi damai yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang antara kedua negara.
Dalam pernyataan terbaru yang diunggah melalui platform Truth Social pada Rabu, 29 April 2026, Trump menilai bahwa Teheran saat ini tidak dapat "mengatur diri mereka sendiri" dan tidak tahu bagaimana caranya menandatangani kesepakatan non-nuklir.
ADVERTISEMENT
"Iran tidak dapat mengatur diri mereka sendiri. Mereka tidak tahu bagaimana menandatangani kesepakatan non-nuklir. Mereka sebaiknya segera bertindak cerdas!" tulis Trump dengan nada mengancam seperti dikutip dari Al Arabiya dan Anadolu Agency.
Unggahan tersebut disertai dengan foto hasil kecerdasan buatan yang menampilkan dirinya mengenakan setelan jas hitam lengkap dengan kacamata hitam sambil memegang senapan, dengan latar belakang rentetan ledakan di lanskap Iran serta teks bertuliskan "No More Mr. Nice Guy!".
Postingan yang bernada provokatif itu muncul hanya sehari setelah Trump menyebut Iran berada dalam "keadaan kolaps" dan mengklaim bahwa Teheran meminta Washington untuk membuka kembali Selat Hormuz sesegera mungkin.
"Iran baru saja memberi tahu kita bahwa mereka berada dalam 'keadaan kolaps'. Mereka ingin kita 'Membuka Selat Hormuz' sesegera mungkin, karena mereka berusaha menyelesaikan situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini dapat mereka lakukan!)," tulis Trump pada Selasa, 28 April 2026 melalui Truth Social.
Trump tidak menjelaskan secara rinci soal komunikasi yang dimaksud dengan Iran dan hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pejabat Teheran mengenai kebenaran pernyataan tersebut.
Ketegangan antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari ketika Washington bersama Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan gelombang serangan rudal dan drone ke target-target di Israel dan negara-negara Teluk.
Gencatan senjata sementara yang diumumkan pada 7 April awalnya hanya berlaku dua minggu dan berhasil menangguhkan pertempuran, diikuti oleh perundingan damai di Islamabad, Pakistan pada 11 hingga 12 April yang berakhir tanpa kesepakatan.
Trump kemudian secara sepihak memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu yang jelas, sebuah langkah yang menurutnya dilakukan atas permintaan Pakistan sebagai mediator untuk memberikan ruang lebih bagi pertemuan ulang para negosiator.
Pada Senin, 27 April, Trump memberikan sinyal bahwa dirinya kemungkinan besar tidak akan menerima proposal terbaru Iran yang mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat pencabutan blokade laut oleh AS.
Proposal Iran tersebut juga meminta penundaan perundingan nuklir untuk negosiasi selanjutnya, sebuah tawaran yang dinilai Trump tidak cukup memuaskan mengingat posisi tawar AS saat ini.
Peringatan "bertindak cerdas" yang dilontarkan Trump semakin mempertegas sikap keras Washington yang menolak kompromi, sementara Iran hingga kini belum memberikan respons resmi atas ancaman terbaru tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok