Berita, Internasional

Trump Kritik Keras Israel di Lebanon dan Beri Peringatan Keras Soal Nuklir Iran

Repelita.net

16 June 2026 23:59 WIB • 1,147 view

Trump Kritik Keras Israel di Lebanon dan Beri Peringatan Keras Soal Nuklir Iran
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap operasi militer yang dijalankan Israel di wilayah Lebanon.

Ia menilai tindakan militer tersebut sudah berlangsung terlalu lama dan menimbulkan jatuhnya banyak korban jiwa dalam pertempuran melawan Hizbullah.

ADVERTISEMENT

“Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali Anda mencari seseorang karena ada banyak orang di gedung-gedung apartemen itu – dan mereka tidak semuanya anggota Hizbullah,” ujar pemimpin AS tersebut pada Selasa (16/6/2026).

Lebih lanjut, ia memberikan saran agar Israel membiarkan pihak Suriah untuk mengambil alih tugas menghadapi kelompok Hizbullah.

“Saya menyarankan kepada Israel untuk membiarkan Suriah menangani Hizbullah karena jujur ​​saja, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan lebih baik,” tegas Trump.

Trump juga mengklaim peran krusial Amerika Serikat dalam eksistensi negara Israel saat ini.

Ia merasa belum ada presiden lain yang sanggup mengambil keputusan berani seperti yang telah ia lakukan demi mendukung negara tersebut.

“Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan,” ucapnya.

Meskipun melayangkan protes, ia tetap menegaskan bahwa hubungannya dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu masih terjalin dengan baik.

Ia mendesak Netanyahu agar menunjukkan sikap yang jauh lebih bertanggung jawab ketika beroperasi di wilayah Lebanon.

Ketegangan antara keduanya dikabarkan bukan hal baru, mengingat Trump sempat terlibat perdebatan panas melalui sambungan telepon.

Pada kesempatan tersebut, Trump bahkan dilaporkan melontarkan komentar keras dengan menyebut Netanyahu sebagai sosok yang sangat gila.

Selain itu, ia juga sempat menyalahkan Israel sebagai pihak yang dianggap menjadi penghambat kelancaran perjanjian dengan Iran.

Mengenai program nuklir Iran, Trump menegaskan bahwa negara tersebut dilarang keras untuk memiliki senjata pemusnah massal.

“Perjanjian ini adalah tembok penghalang menuju senjata nuklir,” tutur Trump saat membandingkan kebijakannya dengan pemerintahan sebelumnya.

Ia mendeskripsikan kesepakatan nuklir era Barack Obama sebagai sebuah jalan yang justru mempermudah Iran memiliki senjata tersebut.

“Satu-satunya hal yang benar-benar penting bagi saya adalah Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir, dan mereka mengatakannya dengan lantang dan jelas,” jelasnya.

Trump memastikan bahwa akan ada malapetaka bagi Iran jika mereka nekat mencoba untuk memperoleh senjata nuklir.

Di sisi lain, pejabat Iran konsisten menyatakan bahwa negara mereka tidak berniat mengembangkan senjata nuklir dan fokus pada energi damai.(*).

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung