Berita, Timur Tengah

Tolak Proposal Gencatan Senjata, Iran Serang Kapal Amfibi Berisi 5.000 Marinir AS

Repelita.net

07 April 2026 22:44 WIB • 1,020 view

Tolak Proposal Gencatan Senjata, Iran Serang Kapal Amfibi Berisi 5.000 Marinir AS
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Republik Islam Iran secara tegas menolak proposal gencatan senjata yang ditawarkan Amerika Serikat dan justru meningkatkan serangan dengan menargetkan kapal amfibi milik AS yang membawa ribuan marinir.

Dilansir dari kanal berita Tasnim News, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan rudal terhadap kapal serbu amfibi LHA-7 Angkatan Laut Amerika Serikat yang membawa lebih dari 5.000 personel marinir serta sejumlah helikopter.

ADVERTISEMENT

Serangan ini memaksa kapal perang besar tersebut mundur jauh ke Samudra Hindia bagian selatan setelah terkena rudal Iran yang cepat dan akurat.

Penolakan terhadap gencatan senjata disampaikan Iran melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator, dengan Teheran menilai bahwa gencatan senjata sementara tidak cukup untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.

Kepala Misi Diplomatik Iran di Kairo, Mojtaba Ferdosipour, menegaskan bahwa perang hanya akan berakhir jika ada penghentian konflik secara permanen di kawasan.

IRGC juga mengklaim telah menargetkan pangkalan komando, operasional, logistik, dan infrastruktur industri militer AS serta rezim Zionis selama gelombang ke-98 Operasi Janji Sejati 4.

Pada fase pertama operasi, pasukan angkatan laut IRGC secara tepat menargetkan kapal kargo Israel SDN7 dengan rudal jelajah hingga menyebabkan kapal tersebut terbakar hebat.

Selain itu, serangan rudal balistik Iran juga dilaporkan menghantam utara dan selatan Tel Aviv, pusat-pusat strategis di Haifa, perusahaan kimia dan pabrik-pabrik di Be'er Sheva, serta lokasi pasukan militer Israel di Petah Tikva.

"Karena sistem pertahanan udara canggih rezim Zionis tidak mampu mencegat rudal-rudal tersebut," bunyi keterangan dalam kanal berita tersebut dikutip pada Selasa (7/4/2026).

"Di bagian lain dari operasi ofensif, pusat produksi drone gabungan UEA dan rezim Zionis bersama dengan sejumlah pesawat yang ditempatkan di Pangkalan Udara Ali Al-Salem menjadi sasaran tepat oleh drone dan rudal," kata IRGC.

Pernyataan tersebut memperjelas bahwa operasi ofensif Angkatan Bersenjata Republik Islam dan kelompok-kelompok perlawanan di kawasan terhadap target musuh akan terus berlanjut meskipun AS telah mengajukan proposal gencatan senjata.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung