Berita, Viral Sosmed

Tere Liye Sebut LGBT Penyakit dan Desak Pelakunya Berobat Daripada Pamer Kemesraan Sesama Jenis Di Media Sosial

Repelita.net

11 May 2026 19:30 WIB • 837 view

Tere Liye Sebut LGBT Penyakit dan Desak Pelakunya Berobat Daripada Pamer Kemesraan Sesama Jenis Di Media Sosial
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Penulis kenamaan Tere Liye kembali melontarkan pernyataan keras yang memicu perbincangan hangat mengenai pandangan pribadinya terhadap fenomena sosial serta gerakan kelompok tertentu di tanah air pada 11 Mei 2026.

Melalui sebuah tulisan yang diunggah ke platform media sosial pribadinya, ia menegaskan kembali prinsip yang telah ia pegang teguh selama belasan tahun meski harus menghadapi tekanan serta ancaman pemblokiran akun dari pihak penyedia layanan.

ADVERTISEMENT

Dalam narasinya, ia mengenang kembali masa-masa ketika opininya dianggap sangat kontroversial hingga memicu reaksi kemarahan massal dari berbagai kalangan simpatisan dan pendukung kelompok tersebut di masa lalu.

Tere Liye secara blak-blakan melalui akun resminya menuliskan bahwa “LGBT itu penyakit.”

Ia menyatakan sama sekali tidak khawatir terhadap segala bentuk penolakan atau upaya pemboikotan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak sepaham dengan prinsip moral yang ia yakini selama ini.

Masih dalam unggahan yang sama, penulis produktif ini memberikan nasihat yang sangat menohok bagi para penganut gaya hidup tersebut agar lebih memilih untuk mencari kesembuhan daripada mengejar eksistensi yang berlebihan.

Tere Liye menegaskan pandangannya dengan menuliskan Menurut saya, LGBT adalah penyakit. Maka, jika kamu termasuk LGBT, bergegaslah berobat, bukan malah pengen nikah sesama jenis diakui, bukan malah pamer kemesraan sesama cowok.

Pihaknya juga menyoroti pentingnya menjaga etika serta nilai-nilai luhur yang berlaku di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki standar kepantasan berbeda dengan nilai-benar di dunia Barat.

Ia mendesak agar setiap orang menghormati tatanan sosial yang ada dengan menyatakan Kalian bisa tinggal bersama-sama masyarakat? Bisa-lah. Tapi lagi-lagi hormati nilai-nilai yang berlaku di sekitar kalian. Bukan malah diam-diam jadi predator, mencari mangsa anak-anak. Bukan malah bikin pesta gay. Pun bukan dengan jejeritan di medsos seolah haus sekali eksistensi.

Selain memberikan teguran bagi pelakunya, ia juga melontarkan kritik pedas bagi mereka yang mengaku sebagai simpatisan hanya demi mendapatkan citra sebagai individu yang berpikiran terbuka atau moderat.

Secara eksplisit ia memberikan sindiran kepada kelompok simpatisan dengan menuliskan Kamu tidak gay, tapi malah jadi simpatisan LGBT? Biar terlihat open minded, pendukung kebebasan? Duh, kamu ambyar.

Ungkapan berani ini kini menjadi polemik baru di jagat maya, di mana sebagian besar warganet memberikan apresiasi atas keberanian sang penulis dalam mempertahankan prinsip moral di tengah arus perubahan zaman yang kian liberal.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung