Berita, Nasional

Tere Liye Kritik Pidato Prabowo Soal Makan Bergizi Gratis di KTT BRICS, Elu Nggak Malu?

Repelita.net

13 September 2026 16:23 WIB • 473 view

Tere Liye Kritik Pidato Prabowo Soal Makan Bergizi Gratis di KTT BRICS, Elu Nggak Malu?
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sindiran pedas dilayangkan oleh penulis terkemuka Tere Liye terhadap isi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada pertemuan puncak negara-negara berkembang.

Pernyataan yang menyoroti program pemenuhan nutrisi anak sekolah tersebut diunggah secara terbuka melalui akun media sosial milik sang sastrawan di ruang digital.

ADVERTISEMENT

Langkah kepala negara yang memamerkan program pemberian pangan di forum internasional tersebut dinilai kurang tepat mengingat para anggota perhimpunan telah menerapkan kebijakan serupa.

Dalam unggahan di media sosial yang dikutip pada hari Minggu tanggal 13 September 2026, sang penulis memaparkan data sejarah kepedulian gizi di negara sahabat.

Melalui saluran pribadinya tersebut, akuntan senior ini memberikan rincian data dengan menuliskan bahwa BRICS itu anggota awalnya: Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.

Berdasarkan catatan yang dibagikannya, wilayah India sudah menjalankan program pemenuhan gizi berskala nasional sejak tahun 1995 dengan nama PM POSHAN untuk seratus dua puluh juta anak.

Sementara itu, wilayah China menyusul pada tahun 2011 melalui program Yingyang Can bagi empat puluh juta murid sekolah yang berada di area pedalaman terpencil.

Negara Brasil bahkan sudah merintis langkah serupa sejak tahun 1955 lewat program PNAE yang menjangkau sekitar empat puluh juta anak sekolah di sana.

Kawasan Afrika Selatan juga telah memulai kebijakan pemenuhan pangan bertajuk NSNP sejak tahun 1994 dengan menyasar sembilan juta anak dari keluarga prasejahtera.

Selain membeberkan perbandingan sejarah, alumni Universitas Indonesia tersebut juga memberikan catatan kritis mengenai kendala operasional pengerjaan dapur umum di dalam negeri.

Masalah efisiensi pengelolaan dana anggaran serta keterlibatan institusi penegak hukum dalam proyek pengadaan pangan ini tidak luput dari perhatian tajam sang penulis.

Ia melontarkan sebuah pertanyaan kritis berupa kutipan langsung dengan menuliskan entahlah, apa poinnya membangga-banggakan MBG ini ke negara-negara lain yang jelas-jelas sudah lama melakukannya.

Kecuali elu mau membanggakan: betapa korupnya MBG di sini, puluhan ribu anak keracunan, makanan seupil entah apa gizinya.

Yayasan Polisi dan Tentara sejahtera banget dengan kocoran duit triliunan. Yes, yang satu ini kok nggak dibahas di BRICS?

Kritik tajam tersebut merupakan respons atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam perhelatan KTT ke-18 BRICS tahun 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi.

Pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri oleh para pemimpin dunia termasuk Xi Jinping dan Vladimir Putin tersebut berlangsung pada hari Sabtu tanggal 12 September 2026.

Melalui rekaman video resmi di kanal YouTube Sekretariat Presiden yang dirilis Minggu tanggal 13 September 2026, kepala negara menegaskan pentingnya kedaulatan dalam negeri.

Dalam pidatonya, presiden menyatakan bahwa suara Indonesia di belahan bumi selatan kini didengar setelah KAA 1955.

Negara-negara yang saat itu baru meraih kemerdekaan bersatu sebagai mitra setara. Dengan bersatu, suara kami terdengar lebih luas.

Kepentingan kami dapat lebih terlindungi dan diperjuangkan. Pelajaran ini tetap sangat penting. Dengan bersatu, kami juga menjadi lebih kuat.

Lebih lanjut, mantan menteri pertahanan tersebut menekankan bahwa fondasi utama ketangguhan sebuah negara bermula dari pemenuhan kebutuhan dasar seluruh lapisan masyarakatnya.

Ia menegaskan kekuatan selalu berawal dari rumah, dari rakyat kita, dari kemampuan kita untuk memberi makan rakyat kita, untuk menyediakan energi yang mereka butuhkan.

Untuk mendidik anak-anak kita, dan untuk memberi mereka kesempatan untuk sejahtera. Itulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung