Berita, Nasional

Tegas Soal Polemik Ijazah, Geisz Chalifah: Kalau Bermasalah Ya Mundur

Repelita.net

01 November 2026 22:59 WIB • 101 view

Tegas Soal Polemik Ijazah, Geisz Chalifah: Kalau Bermasalah Ya Mundur
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Intelektual publik Geisz Chalifah menyampaikan pandangan tajam terkait polemik keabsahan berkas pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menyita perhatian publik.

Pernyataan lugas tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam tayangan di kanal YouTube Refly Harun Podcast bertajuk Diam-Diam Anies Dilobi Gantikan Gibran?! Ngeri-Ngeri Sedap Bocoran Info A1! RH vs Geisz Chalifah!!.

ADVERTISEMENT

Geisz menilai persoalan dokumen pendidikan pejabat tinggi negara mestinya diselesaikan secara kesatria tanpa perlu membangun narasi dramatisasi operasi politik.

"Sederhana saja intinya. Soal ijazah ini, kalau ketahuan bermasalah ya mundur. Sederhananya seperti itu, jadi tidak perlu lagi mendramatisasi ada operasi politik," tegas Geisz Chalifah.

Ia menegaskan bahwa dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa, publik berhak dipimpin oleh figur dengan integritas dan kejelasan rekam jejak akademik.

"Indonesia ini bukan kekurangan orang pintar dan berintegritas. Masa dengan 270 juta penduduk kita tidak bisa dapat pemimpin yang jelas ijazahnya, jelas rekam jejaknya," katanya.

Geisz juga mengaku pesimis lembaga legislatif DPR akan mengambil tindakan tegas tanpa adanya desakan kuat dari gerakan masyarakat sipil karena terjebak kompromi politik.

Selain menyoroti isu ijazah, Geisz menanggapi informasi mengenai tawaran kursi posisi menteri di Kabinet Merah Putih untuk Anies Baswedan.

Ia menolak keras wacana bergabungnya Anies ke dalam lingkaran kekuasaan saat ini demi menjaga integritas politik penyeimbang.

"Sejak awal saya sudah nyatakan, proses ini busuk, hasilnya akan busuk. Terus ngapain pula Anies masuk ke dalam situasi yang kita sudah tahu busuk dari awal?" ujar Geisz.

Menurutnya, keberadaan figur oposisi yang sehat di luar sistem sangat krusial untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan.

Dalam evaluasi kinerja pemerintahan, Geisz mengkritik klaim ekonomi makro yang dinilai tidak mencerminkan daya beli riil masyarakat bawah.

Menutup perbincangan, ia mengutip bait puisi pujangga Arab Nizar Qabbani untuk menggambarkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan sebelumnya.

"Ada nama-nama yang kami ingat, tapi kami tak tersenyum lagi ketika nama-nama itu disebutkan," ucap Geisz mengutip puisi tersebut.

"Dan saya tidak tersenyum lagi ketika nama Jokowi disebutkan," pungkas Geisz mengakhiri keterangannya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung