Repelita [Jakarta] - Sorotan media internasional Bloomberg mengenai potensi masuknya dana hasil kejahatan ke sistem ekonomi Indonesia memancing komentar dari para ahli.
Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, menekankan bahwa pemerintah harus memprioritaskan penjagaan kepercayaan publik atas setiap kebijakan strategi yang diambil.
ADVERTISEMENT
Ia mengingatkan bahwa menjaga keyakinan masyarakat dan investor merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang bagi negara.
“Terlepas dari benar atau tidaknya kekhawatiran tersebut, ada satu hal yang penting untuk dipahami,” ujar Rhenald, Sabtu (27/6/2026).
“Dalam perekonomian, kepercayaan adalah aset yang sangat mahal,” menambahkan mengenai pentingnya transparansi dalam setiap regulasi yang dikeluarkan oleh otoritas.
Menurut Rhenald, keraguan terhadap kepastian hukum dan sistem pengawasan dapat berdampak serius pada citra negara serta berbagai indikator fundamental keuangan nasional.
“Ketika kepastian hukum, transparansi, dan pengawasan disurvei, bukan hanya reputasi negara yang dipertaruhkan, tetapi juga investasi, nilai tukar rupiah, hingga biaya pinjaman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pemerintah tidak cukup hanya diukur dari seberapa banyak dana yang mampu dihimpun untuk pembangunan melalui berbagai instrumen.
“Oleh karena itu, yang perlu dijaga bukan sekedar kemampuan menghimpun dana, melainkan kredibilitas kebijakan di mata publik dan investor,” tuturnya.
Rhenald menutup dengan menegaskan bahwa pembangunan ekonomi yang tangguh memerlukan landasan yang melampaui ketersediaan modal finansial semata.
“Sebab ekonomi tidak hanya dibangun dengan modal, tetapi juga dengan kepercayaan,” tutupnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok