Berita, Ekonomi

Susi Pudjiastuti Desak Presiden Prabowo Berantas Judol dan Pinjol yang Sedot Uang Rakyat Kecil

Repelita.net

11 May 2026 13:38 WIB • 853 view

Susi Pudjiastuti Desak Presiden Prabowo Berantas Judol dan Pinjol yang Sedot Uang Rakyat Kecil
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan sebuah pesan mendalam serta peringatan serius kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajaran kementerian terkait mengenai situasi moneter serta masalah sosial pada 11 Mei 2026.

Melalui unggahan di platform digital X, tokoh yang dikenal dengan gaya bicaranya yang lugas ini menggarisbawahi bahwa kemerosotan nilai tukar mata uang sebenarnya sedang melanda berbagai negara di tingkat internasional dalam kurun waktu setengah tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

Susi Pudjiastuti melalui akun resminya @susipudjiastuti memberikan analisisnya dengan menyatakan Pak Presiden @prabowo @Kemhan_RI @setkabgoid @KemensetnegRI Sebetulnya dari pengamatan saya sebagai orang awam enam bulan terakhir mata uang yg terdeprisiasi bukan hanya Rupiah, Yen juga up & down cukup signifikan. USD $ sendiri terdeprisiasi terhadap mata uang lainnya cukup dalam. Yg lebih menghawatirkan menurut pandangan saya Judol dan Pinjol yg marak menyedot banyak uang masyarakat kecil.🙏🙏🙏

Beliau memandang bahwa fenomena judi online serta pinjaman daring ilegal merupakan ancaman yang jauh lebih nyata karena secara langsung menguras kantong masyarakat ekonomi lemah di berbagai pelosok daerah saat ini.

Masih dalam unggahan yang sama pada tanggal tersebut, akun @susipudjiastuti kembali mempertegas pentingnya tindakan nyata pemerintah guna memperbaiki daya beli warga dengan menuliskan Pinjol dan Judol menyedot dana dari masyarakat ratusan T per tahunnya. Saya yakin bila kita bisa menyelesaikan Judol dan Pinjol pertumbuhan daya beli dan kesejahteraan masyarakat akan lebih mudah dicapai. 🙏🙏

Cuitan tersebut seketika memantik beragam reaksi dari netizen yang merasakan keresahan serupa, termasuk akun @Billyantoro80 yang menyoroti betapa masifnya promosi ilegal tersebut di media sosial tanpa adanya tindakan tegas dari otoritas berwenang.

Pengguna akun @Billyantoro80 memberikan tanggapan secara langsung dengan menuliskan kutipan asli yakni Setuju, Bu. Judol dan pinjol sangat marak iklannya di Medsos, bebas banget! Sayang seperti dibiarkan saja sehingga masyarakat terus terpuruk.

Keresahan mengenai adanya keterlibatan pihak-pihak tertentu yang melindungi praktik terlarang ini juga disuarakan oleh akun @SiswantoGP yang menceritakan pengalaman pahit di lingkungan kerjanya akibat dampak buruk dari aktivitas tersebut.

Dalam komentarnya, akun @SiswantoGP mengungkapkan keprihatinannya dengan mencuitkan Oknum bekingnya juga kemungkinan banyak banget. Masak sih pemerintah gak bisa basmi begini. Saya sudah memberhentikan beberapa tukang yang kerja karena judol dan pinjol..tragis nasib mereka habis habisan jual barang buat judol

Di sisi lain, publik juga mulai mengkritik pola kebijakan pemerintah yang dinilai terlambat dalam merespons tanda-tanda krisis ekonomi serta arus modal keluar yang sudah terlihat sejak jauh hari sebelum situasi memburuk.

Kritik tajam tersebut datang dari akun @repotabiskerja yang menyayangkan langkah penanganan dari pihak eksekutif dengan menuliskan Izin Bu Susi, betul yang terdepresiasi bukan hanya Rupiah Saya mau kritik cara mereka handle naiknya kyk hujan baru turun mereka baru nyari payung mendung nya udah keliatan dari jauh2 kok, outflow yang keluar, kepercayaan asing, udh naik gini baru dipanggil ahli ke istana🙏

Saran untuk melakukan penghentian sementara terhadap izin operasional baru bagi perusahaan pembiayaan digital juga muncul sebagai upaya untuk menekan angka masyarakat yang terjebak dalam pusaran utang yang sangat merugikan.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh akun @cpygcnd yang mengharapkan adanya keseriusan lebih dari pihak regulator dengan menyatakan Setuju bu.. mudah2an pemerintah serius nanganin judol pinjol, efeknya sudah mengkhawatirkan krn ada di lingkungan sekitar. Minimal stop kasih izin baru utk perusahaan pinjol. Selain itu, pishing scam jg lg banyak bgt. Perlu dicari cara supaya uang bs kembali 😥

Berbagai masukan dan keluhan dari masyarakat di media sosial ini diharapkan dapat menjadi atensi bagi pemerintah pusat agar segera merumuskan kebijakan perlindungan sosial yang lebih komprehensif dari ancaman ekonomi digital yang bersifat destruktif.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung