Berita, Viral Sosmed

Skandal Asusila Pekalongan Terbongkar Berkat Jadwal Rutin Di Ruang Guru Dan CCTV Tersembunyi

Repelita.net

10 September 2026 16:01 WIB • 545 view

Skandal Asusila Pekalongan Terbongkar Berkat Jadwal Rutin Di Ruang Guru Dan CCTV Tersembunyi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kasus perbuatan asusila yang melibatkan pimpinan institusi pendidikan dasar bersama seorang tenaga pendidik di wilayah Kabupaten Pekalongan menyimpan fakta terencana yang cukup mencengangkan.

Gelagat mencurigakan dari kedua oknum tersebut rupanya sudah menjadi pola berkala yang berulang secara sistematis pada hari-hari tertentu setiap minggunya.

ADVERTISEMENT

Tokoh masyarakat setempat, Saim, membeberkan bahwa aktivitas terlarang itu diduga dilakukan sesuai jadwal rutin yang telah diatur oleh kedua pelaku di lingkungan sekolah.

Keterangan terbuka tersebut disampaikan oleh Saim pada hari Rabu tanggal 9 bulan September tahun 2026 setelah terbongkarnya skandal yang mencoreng dunia pendidikan.

“Ya sangat, sangat gereget sekali, karena apa? Itu dilakukan bukan hanya sekali. Bahkan itu sudah menjadi kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap hari Rabu dan hari Sabtu,” kata Saim.

Sebelum tindakan pengintaian dilakukan, gerak-gerik mencurigakan mereka sempat beberapa kali tepergok oleh guru lain maupun orang tua siswa di luar jam pelajaran.

Namun, setiap kali warga melayangkan teguran secara langsung, kedua oknum tersebut selalu mengelak dan menutupi perbuatan amoral mereka.

“Sempat kepergok dengan guru, sempat kepergok dengan wali murid. Ketika ditegur itu mengelak. Makanya dari komite sekolah ada inisiatif memasang CCTV itu untuk bisa mengambil bukti apa yang dilakukan,” ujar Saim.

Merasa resah dengan situasi yang terus berulang, komite bersama warga akhirnya bersepakat memasang alat pemantau digital secara diam-diam demi mengumpulkan bukti otentik.

Perangkat pengintai berbiaya murah itu dibeli secara patungan dan dipasang pada akhir bulan Juli tahun 2026 di titik yang tidak mudah dijangkau oleh penglihatan kasatmata.

Posisi kamera diletakkan secara tersembunyi memanfaatkan celah kerusakaan pada bagian atap ruangan agar aktivitas di dalamnya terpantau sempurna tanpa disadari pelaku.

“Jadi kebetulan di ruang guru itu ada atap yang jebol. Itu dimanfaatkan untuk menyisipkan CCTV di atasnya. Jadi yang di ruangan itu juga tidak mengetahui bahwa di atas itu ada CCTV,” kata Saim.

Upaya pengintaian mandiri tersebut akhirnya membuahkan hasil nyata berupa dua rekaman visual yang memperlihatkan tindakan asusila kedua pegawai negeri sipil tersebut.

Satu dari dua rekaman itu telanjur menyebar luas di dunia maya, sementara berkas rekaman kedua disimpan rapat karena dinilai terlalu senget dan vulgar.

“Dari hasil CCTV itu ditemukan dua rekaman berdasarkan kecurigaan komite sekolah. Akhirnya kan memantau setiap hari yang dicurigai. Nah, terjadilah saat itu. Ada kecurigaan, akhirnya dimonitor, ternyata terjadi,” ujarnya.

Kecurigaan awal penduduk sekitar sebenarnya bermula dari kebiasaan ganjil berupa keberadaan kendaraan roda dua yang masih terparkir hingga petang dengan kondisi pintu ruangan tertutup rapat.

Situasi janggal tersebut bahkan sempat disadari oleh anak-anak didik yang kebetulan masih bermain di area sekolah hingga memicu tanda tanya besar di kalangan pelajar.

“Ini sampai menimbulkan pertanyaan dan imajinasi yang tidak semestinya siswa bayangkan,” ujar salah satu warga anonim.

Menanggapi skandal memalukan ini, instansi terkait di lingkungan pemerintah daerah telah mengambil tindakan tegas dengan memindahkan kedua oknum dari tempat tugas semula.

Pimpinan sekolah ditarik langsung ke kantor dinas pendidikan, sementara sang guru wanita dimutasi ke satuan pendidikan lain guna meredam keresahan masyarakat luas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung