Berita, Nasional

Rocky Gerung Sebut Separuh Kabinet "Dungu": Kalau Berada di Gelas yang Sama, Anda Ikut Terkontaminasi?

Repelita.net

25 October 2026 21:06 WIB • 145 view

Rocky Gerung Sebut Separuh Kabinet "Dungu": Kalau Berada di Gelas yang Sama, Anda Ikut Terkontaminasi?
Foto: Istimewa

Oleh: Rina Syafri

Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung kembali menghentak publik. Berdasarkan laporan Repelita Jakarta, saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Nasional "Algoritma Bernegara" di Kampus Universitas Negeri Medan (Unimed), Sumatra Utara, ia melontarkan kritik keras di hadapan ratusan mahasiswa. Menanggapi pertanyaan kritis seorang mahasiswi bernama Delila Agustina Nasition mengenai kualitas kepemimpinan nasional, Rocky tanpa ragu menilai bahwa sebagian pejabat kabinet saat ini tidak mempunyai kapasitas intelektual maupun moral yang memadai.

ADVERTISEMENT

“Ya, nanti separuh dari kabinet itu dungu,” ujar Rocky Gerung menanggapi dinamika pemerintahan Kabinet Merah Putih.

Bahkan, ia menantang para mahasiswa untuk membuktikan kelemahan para menteri dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan data terbuka guna menguji rekam jejak pejabat negara. “Sekarang tugas kalian untuk membuktikan deteksimu. Anda mencurigai itu, Anda enggak bisa buktikan. Anda buktikan aja,” tegasnya.

Pernyataan ini tentu sah-sah saja sebagai bentuk kebebasan berpendapat di ruang akademis. Namun, jika ucapan tersebut dikuliti menggunakan instrumen logika filsafat dasar yang selama ini justru sering digaungkan oleh Rocky sendiri, pernyataan itu berbalik menghantam dirinya dan lingkaran di sekitarnya.

Mari kita gunakan analogi sederhana: logika segelas air dan setetes tuba.

Dalam hukum logika, jika ada satu gelas air murni lalu dimasukkan satu titik tuba atau racun, maka seluruh isi air di dalam gelas tersebut pasti akan terkontaminasi. Air itu tidak lagi bisa diklaim murni sepenuhnya.

Nah, bagaimana jika logika ini ditarik ke posisi Rocky Gerung sendiri?

Jika separuh jajaran kabinet benar-benar dinilai "dungu" atau bermasalah secara kapasitas, sementara Anda berada di dalam lingkaran, panggung, atau sistem yang sama dengan mereka, apakah Anda masih bisa mengeklaim diri Anda tetap bersih, murni, dan waras?

No, Mr. Rocky. Anda sudah berada di dalam satu gelas yang sama. Anda tidak lagi murni seperti orang-orang yang berdiri secara independen di luar gelas. Bagaimanapun cara Anda merangkai diksi filsafat untuk mencari pembenaran, rakyat awam menggunakan akal sehat yang sederhana untuk menilai.

Bagi mayoritas rakyat Indonesia, siapa pun yang berada di dalam gerbong atau wadah yang sama dengan orang-orang yang ia cap "dungu", secara otomatis ia telah ikut terkontaminasi oleh sistem tersebut. Anda tidak bisa menyebut air di dalam wadah itu kotor, sementara Anda sendiri ikut mencecap dahaga dari wadah yang sama.

Maaf, Mr. Rocky, akal sehat rakyat tidak lagi bisa dikecoh oleh retorika panggung. Ketika Anda masuk dan berinteraksi di dalam lingkaran sistem kekuasaan, Anda telah menjadi bagian dari realitas itu—bukan lagi sekadar pengamat steril yang berdiri di luar pagar.(*)

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung