Berita, Nasional

Situasi di kawasan Jalan Sudirman memanas saat aksi massa Menuju Indonesia Bangkrut berakhir dengan kerusuhan

Repelita.net

12 June 2026 20:30 WIB • 1,017 view

Situasi di kawasan Jalan Sudirman memanas saat aksi massa Menuju Indonesia Bangkrut berakhir dengan kerusuhan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Suasana di depan kawasan Thamrin Nine, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, berubah mencekam pada Jumat (12/6/2026) sore sekitar pukul 16.10 WIB.

Ratusan pengunjuk rasa yang memadati lokasi mulai bertindak agresif dengan menendang barikade hitam yang dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

ADVERTISEMENT

Beberapa demonstran tampak melemparkan berbagai benda seperti botol minuman hingga kerucut lalu lintas ke arah petugas keamanan yang berjaga.

Seorang peserta aksi berpakaian hoodie ungu terlihat sempat memanjat pagar barikade dan mencoba melakukan interaksi sebelum akhirnya jatuh ke tengah kerumunan.

Gelombang aksi bertajuk Menuju Indonesia Bangkrut ini merupakan gerakan yang dimotori oleh BEM UI beserta berbagai aliansi mahasiswa dari kampus lainnya.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram @bemui_official pada Kamis (11/6/2026), mereka menyoroti kemerosotan ekonomi nasional.

“Belakangan ini, ekonomi Indonesia runtuh, namun sayangnya pemerintah justru makin memperkeruh,” tulis keterangan tersebut.

Mahasiswa juga mengecam keras gaya komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dianggap tidak mencerminkan keberpihakan pada masyarakat luas.

“Kebijakan fiskal bocor, independensi direbut, tak lupa komunikasi yang arogan dari pemerintah kepada publik, justru jauh dari kata rakyat,” tegas BEM UI.

Kemarahan massa dipicu oleh lonjakan harga komoditas pokok serta kebijakan ekonomi yang dinilai lahir dari pemimpin yang tidak cakap.

“Sudah terlalu lama masyarakat menahan amarah dan penindasan yang terus mencekik, harga bahan pokok yang terus meningkat, serta seluruh permasalahan ekonomi akibat kebijakan-kebijakan yang disusun oleh pemimpin yang tidak berkompeten,” jelas BEM UI.

Aksi tersebut membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah, mulai dari penghentian pemborosan APBN hingga desakan agar Presiden mengakui kegagalan kebijakan yang ada. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung