Repelita Yogyakarta - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, kini tengah menjadi pusat perhatian publik setelah melontarkan pernyataan tajam yang menyasar birokrasi di lingkaran inti kekuasaan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sebuah ulasan yang ditulis oleh Ahmad Kiflan Wakik, terungkap bahwa sasaran kritik pedas mantan Ketua MPR tersebut kali ini tertuju langsung pada sosok Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
ADVERTISEMENT
Amien Rais membeberkan adanya keluhan dari jajaran menteri yang merasa dipersulit untuk menghadap kepala negara karena ketatnya penyaringan jadwal yang dikendalikan oleh mantan ajudan presiden tersebut.
Informasi mengejutkan ini disampaikan Amien di sela agenda Musyawarah Nasional Partai Ummat yang digelar di Yogyakarta pada Sabtu malam (2/5/2026), di mana ia menyebut akses menteri ke presiden kini sangat terbatas.
Berdasarkan catatan Ahmad Kiflan Wakik, Amien mengaku mendengar keluhan tersebut secara personal dari seorang menteri koordinator yang merasa kewenangannya terhambat oleh pengaturan waktu dari pihak sekretariat.
Mengenai isi curahan hati pejabat tinggi tersebut, Amien menirukan ucapan sang menteri dengan menyatakan, "Menko itu cerita, 'Mas Amin, saya itu kadang-kadang mau ketemu presiden tidak bisa karena kata Teddy tidak ada waktu atau belum ada waktu,' begitu."
Pernyataan ini seketika memicu spekulasi luas di tengah masyarakat mengenai siapa di antara tujuh menteri koordinator Kabinet Merah Putih yang berani mengadu kepada sang tokoh senior tersebut.
Ahmad Kiflan Wakik dalam tulisannya menganalisis kemungkinan sosok tersebut adalah Zulkifli Hasan, mengingat hubungan historis yang sangat dekat antara Zulhas sebagai junior politik Amien Rais di masa lalu.
Meskipun identitas menteri koordinator tersebut masih menjadi misteri, isu mengenai dominasi Teddy dalam mengatur lalu lintas komunikasi presiden kini menjadi bola liar yang memanaskan suhu politik di lingkungan istana.
Publik kini menanti apakah kritik terbuka dari Amien Rais ini akan memicu evaluasi internal dalam tata kelola protokoler kepresidenan demi menjamin kelancaran koordinasi di tingkat kementerian lembaga.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok