Berita, Timur Tengah

Serangan Rudal Iran Bikin Tel Aviv Banjir Air Limbah, Infrastruktur Air Hancur hingga Bnei Brak

Repelita.net

07 April 2026 17:36 WIB • 1,185 view

Serangan Rudal Iran Bikin Tel Aviv Banjir Air Limbah, Infrastruktur Air Hancur hingga Bnei Brak
Foto: Istimewa

Repelita Tel Aviv - Kota Tel Aviv yang merupakan jantung kota Israel dilaporkan mengalami banjir besar akibat meluapnya air limbah pascaserangan rudal yang dilancarkan oleh Iran pada Senin (6/4/2026).

Data yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa serangan tersebut menghantam infrastruktur vital di Tel Aviv, menyebabkan kerusakan parah pada sistem pembuangan air limbah hingga membanjiri jalanan kota.

ADVERTISEMENT

Kondisi memprihatinkan ini dinilai mirip dengan apa yang pernah dialami oleh rakyat Gaza akibat serangan Israel beberapa tahun sebelumnya.

Serangan dari Teheran itu dilaporkan menghantam sistem pembuangan air limbah (sewerage system) dan instalasi infrastruktur air lainnya yang menjadi tulang punggung layanan kota.

Akibatnya, terjadi kerusakan pada jaringan pipa yang menyebabkan air limbah meluap tak terkendali hingga membanjiri berbagai ruas jalan di ibu kota Israel tersebut.

Situasi ini menciptakan kondisi yang disebut sebagai banjir limbah di beberapa area utama Tel Aviv, menimbulkan bau tak sedap dan risiko kesehatan bagi warga.

Selain banjir limbah, serangan Teheran juga memicu kekhawatiran serius akan ketersediaan air bersih bagi penduduk setempat karena infrastruktur pengolahan air ikut terdampak.

Tak hanya di Tel Aviv, kerusakan infrastruktur air juga dilaporkan terjadi di wilayah Bnei Brak yang tidak jauh dari pusat kota.

Di tengah eskalasi ini, Republik Islam Iran secara tegas menolak tawaran gencatan senjata dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel yang telah berlangsung lebih dari sebulan.

Media resmi pemerintah Iran menyebut keputusan itu disampaikan melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator utama antara kedua pihak yang bertikai.

Sikap tegas Republik Islam menolak gencatan senjata sementara dinilai sebagai langkah berani karena Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran.

Ancaman itu dilontarkan Trump jika blokade Selat Hormuz tidak dibuka dalam waktu 48 jam mendatang.

Kantor berita pemerintah Iran, Irna, pada Senin (4/4/2026) melaporkan bahwa Teheran telah mengirimkan respons resmi atas proposal AS melalui Pakistan.

Dalam respons yang dituangkan dalam sepuluh poin tersebut, Teheran secara eksplisit menolak gencatan senjata yang bersifat sementara.

Kepala Misi Diplomatik Iran di Kairo, Mojtaba Ferdosipour, menegaskan bahwa gencatan senjata tidak cukup untuk mengakhiri konflik yang telah memakan banyak korban.

Selain menolak gencatan senjata, Teheran juga mengajukan beberapa tuntutan dalam responnya, termasuk penghentian konflik di kawasan secara permanen.

Tuntutan lainnya meliputi penyusunan protokol keamanan pelayaran di Selat Hormuz, program rekonstruksi besar-besaran, serta pencabutan seluruh sanksi internasional terhadap Iran.

Sementara itu, serangan Teheran terhadap wilayah Teluk memicu tekanan besar terhadap persediaan rudal pencegat Amerika Serikat dan sekutunya.

Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan bahwa Iran telah meluncurkan 23 rudal jelajah, 498 rudal balistik, dan 2.141 drone sejak perang dimulai.

Meski serangan berintensitas tinggi, kota-kota besar seperti Abu Dhabi, Dubai, dan Sharjah diklaim tetap dalam kondisi relatif aman.

Tingkat korban jiwa dilaporkan minim karena sistem pertahanan udara modern berhasil mencegat sebagian besar ancaman yang masuk.

UEA mengklaim sistem pertahanan udara mereka mampu mendeteksi dan menghancurkan target berkecepatan tinggi sebelum mencapai sasaran.

Teknologi ini juga menjadi perlindungan utama bagi berbagai kota strategis di Israel, seperti Givatayim, Tel Aviv, dan Eilat.

Namun di balik keberhasilan intersepsi, persediaan rudal pencegat Amerika Serikat dan sekutunya dinilai semakin menipis.

Para ahli menilai rantai pasokan telah tertekan sejak perang di Ukraina, serangan kelompok Houthi, serta ketegangan sebelumnya dengan Iran.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam-al Anbiya Iran, Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, memberi peringatan keras kepada AS dan sekutunya.

“Pintu neraka akan terbuka untuk kalian, jika infrastruktur Iran diserang," tegasnya pada Sabtu malam (4/4/2026).

Sebagai balasan atas ancaman Trump, jenderal tersebut berjanji akan menghancurkan semua infrastruktur yang digunakan oleh militer AS di kawasan Timur Tengah.

Pejabat keamanan senior Iran itu juga mengatakan bahwa Teheran bergerak maju sesuai dengan rencana operasional yang tepat.

Ia memperingatkan akan adanya kejutan besar bagi AS dan rezim Zionis Israel dalam waktu dekat.

Republik Islam juga terus menggempur sejumlah wilayah Zionis Israel dan aset-aset vital Amerika yang berada di kawasan Timur Tengah.

Dilansir dari Tasnim News, seorang pejabat keamanan senior Iran menggarisbawahi bahwa Teheran bergerak maju berdasarkan rencana dan daftar targetnya sendiri.

Menurut dia, daftar target yang diserang oleh AS dan Israel terhadap Republik Islam dinilai tidak tepat sasaran.

"Jelas, daftar target AS tidak tepat, tetapi Iran bergerak maju persis sesuai dengan rencana dan daftar targetnya," katanya.

Lebih lanjut, Jenderal Ali juga mengatakan bahwa operasi militer AS terhadap Iran telah gagal, terutama setelah Teheran berhasil menembak jatuh sejumlah pesawat Amerika.

Menurutnya, Trump menggunakan media untuk menutupi kelemahan AS di medan perang dan menampilkan target-target seperti jembatan di antara target-target AS.

“Itu tidak masuk akal. Kami memiliki kejutan besar untuk AS dan rezim Israel, hanya butuh sedikit waktu. Tentu saja, tindakan mereka di Iran selatan dapat mengubah keadaan menjadi menguntungkan kita,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Iran telah belajar dengan baik dalam perang asimetris bagaimana melemahkan musuh.

“Dan bahkan hari ini, AS telah gagal dalam strategi perang cepat dan mudahnya (terhadap Iran),” pungkas jenderal tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung