Repelita Jakarta - Pengamat politik militer Selamat Ginting memprediksi situasi politik nasional akan mengalami gejolak besar menjelang bulan Oktober.
Hal tersebut disampaikannya dalam siniar yang diunggah melalui kanal YouTube Refly Harun pada tanggal 15 September 2026.
ADVERTISEMENT
Menurut Selamat Ginting, bulan September ini dapat disebut sebagai periode hitam atau black september akibat tingginya dinamika politik yang terjadi.
Ia menilai Presiden Prabowo Subianto berisiko menghadapi tekanan serius jika tidak segera mengambil langkah perombakan kabinet secara tegas.
Perombakan tersebut mencakup posisi strategis di sektor penegakan hukum termasuk penggantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia.
Selamat Ginting berpandangan bahwa lambatnya evaluasi terhadap posisi tersebut berpotensi memelihara ketegangan politik di internal pemerintahan saat ini.
Ia juga menyoroti manuver politik mantan Presiden Joko Widodo yang masih aktif membangun jaringan informal hingga tingkat akar rumput.
Jaringan para kepala desa yang sempat berkunjung ke Solo dinilai sebagai bentuk pertunjukan kekuatan politik yang tetap dijaga.
Kondisi ini membuat hubungan antara Presiden Prabowo dan pihak Joko Widodo berada dalam dinamika negosiasi ulang kekuasaan.
Di sisi lain, isu mengenai keabsahan dokumen pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut memperkeruh situasi politik nasional.
Upaya hukum dan konstitusional yang digagas oleh sejumlah pihak dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap kelanjutan dinasti politik.
Meski demikian, Selamat Ginting meyakini posisi Gibran akan tetap bertahan hingga tahun 2029 demi menjaga stabilitas pemerintahan.
Hal tersebut dikarenakan Presiden Prabowo memerlukan keseimbangan politik untuk menghindari dampak langsung terhadap keabsahan pemerintahannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok