Berita, Nasional

Sebut MBG tak bermasalah, Sudaryono: Yang bikin ramai guru, ortu, wartawan, hingga LSM

Repelita.net

14 September 2026 22:07 WIB • 398 view

Sebut MBG tak bermasalah, Sudaryono: Yang bikin ramai guru, ortu, wartawan, hingga LSM
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program prioritas Makan Bergizi Gratis masih terus memancing berbagai sorotan tajam serta gelombang kritik di ruang publik digital.

Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi dinamika perbincangan hangat yang bergulir di tengah masyarakat terkait implementasi program unggulan pemerintah pusat tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan rekaman video yang diunggah melalui akun Instagram @dardardar_30 pada hari Senin tanggal 14 September 2026, Sudaryono memberikan penjelasan mendalam mengenai polemik tersebut.

Kenapa ramai? Satu, adalah ideologis, ini masalah urusan politik. Nomor satu. Yang ramein gurunya, yang ramein orang tua siswanya, yang ramein adalah wartawannya, yang ramein adalah orang-orang oknum yang LSM dan lain sebagainya, itu ideologis politis, kata Sudaryono.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa realitas yang terjadi di akar rumput secara umum tidak memperlihatkan adanya penolakan ataupun kendala berarti dari masyarakat penerima manfaat program.

Saya bukan ngeluh, sekali lagi ini hanya cerita kondisi aja. MBG secara keseluruhan kalau anda lihat di bawah, itu orang itu nggak ada masalah sama MBG. Ini yang rame di sosmed, ujarnya.

Selain faktor muatan kepentingan politis, Kepala Badan Gizi Nasional ini juga mengungkapkan bahwa riuhnya kritik turut disumbangkan oleh dinamika internal di dalam instansi yang dipimpinnya sendiri.

Kondisi tersebut tidak terhindarkan menyusul langkah tegas penertiban yang ia lakukan terhadap para petugas lapangan yang terbukti melakukan pelanggaran prosedur operasional standar.

Bayangkan, pasukan saya sendiri itu berkeluh kesah di sosmed, menambah negatif dari MBG. Tapi saya nggak peduli, karena disiplinnya memang harus ditegakkan, ujarnya menegaskan komitmen penegakan aturan.

Kendati harus menghadapi berbagai bentuk keluhan dari internal pegawai, Sudaryono memastikan bahwa dirinya sama sekali tidak akan mengendurkan standar pengawasan maupun penertiban kedisiplinan kerja.

Bahkan, ia secara terbuka menyebutkan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan tegas dengan menutup hampir dua ribu unit dapur penyedia makanan yang dinilai bermasalah di berbagai daerah.

Saya baru tutup hampir 2.000 dapur kemarin, ya, jelasnya menggambarkan skala penindakan administratif yang telah dieksekusi oleh lembaganya.

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, sanksi tegas juga disiapkan bagi para kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang terbukti lalai hingga menimbulkan kasus keracunan makanan di wilayah tugas mereka.

Ini lagi, kalau ada lagi, semua, Pak Ketut, semua SPPG kepala dapur yang menyebabkan keracunan tidak boleh diperpanjang PPPK-nya, jelasnya.

Langkah penindakan disiplin tersebut merupakan bagian dari instrumen pengawasan ketat yang diterapkan Badan Gizi Nasional guna memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga dengan baik.

Jadi sudah ada ideologis politis, ada orang-orang di dalam BGN yang saya tertibkan ini juga komplain. Ditambah lagi, mohon maaf, ditambah lagi supplier-supplier ini komplain juga. Jadi, sempurnalah MBG ini, kata dia.

Meskipun harus menghadapi himpitan kritik dari berbagai arah mulai dari unsur politis, internal instansi, hingga pihak penyedia barang, ia memastikan program tersebut tetap berjalan.

Pihaknya menyatakan telah mengantongi peta jalan serta solusi strategis guna meredam seluruh permasalahan teknis yang tengah menghimpit pelaksanaan program prioritas kenegaraan tersebut.

Insyaallah mungkin dalam waktu yang tidak lama kita bisa redam ini semua persoalan dan masalah ini, ungkapnya menutup pernyataan resmi. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung