Berita, Nasional

SBY Ungkap Tiga Menteri Prabowo Pernah Jadi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon

Repelita.net

06 April 2026 13:31 WIB • 1,085 view

SBY Ungkap Tiga Menteri Prabowo Pernah Jadi Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan tiga sosok menteri dalam Kabinet Prabowo Subianto yang merupakan mantan prajurit TNI dengan pengalaman bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.

Ketiga menteri tersebut tercatat sebagai bagian dari kontingen pertama TNI yang dikirim ke Lebanon untuk menjalankan misi perdamaian di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

ADVERTISEMENT

Dalam unggahan di akun X pada Minggu (5/4/2026), SBY menyatakan bahwa tiga anggota kabinet Presiden Prabowo tersebut merupakan bagian dari kontingen Indonesia yang bertugas di Lebanon.

"Untuk diketahui, 3 orang anggota kabinet Presiden Prabowo adalah bagian dari kontingen Indonesia tersebut, yaitu Kapten Kav Muhammad Iftitah Sulaiman, Lettu Inf Agus Harimurti Yudhoyono, dan Lettu Kav Ossy Dermawan," tulis SBY.

SBY juga memaparkan sejarah panjang keikutsertaan TNI dalam misi perdamaian di Lebanon yang hingga saat ini masih berlangsung.

Menurutnya, misi di Lebanon menjadi penugasan terlama yang pernah diemban TNI di bawah komando Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tercatat sudah 19 kali pergantian kontingen dengan masa tugas rata-rata satu tahun sejak TNI pertama kali mengirimkan pasukan perdamaian ke Lebanon pada tahun 2006.

Namun, SBY mengingatkan bahwa misi penjaga perdamaian kini menghadapi tantangan yang jauh lebih mematikan karena pergeseran medan tugas dari zona aman menjadi zona pertempuran aktif.

"Pasukan Israel sudah maju 7 km dari 'Blue Line'. Keadaan ini tentu sangat berbahaya bagi 'peacekeeper' karena setiap saat bisa menjadi korban dari pertempuran yang tengah berlangsung," ujar SBY.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY menyikapi gugurnya tiga prajurit TNI akibat serangan Israel di Lebanon beberapa waktu lalu.

Berikut profil ketiga menteri Prabowo yang pernah menjadi bagian dari kontingen TNI di Lebanon.

Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, pria kelahiran Banten 10 Maret 1977, dikenal sebagai pengusaha dan purnawirawan TNI AD.

Sebagai lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1999 dari kecabangan kavaleri, ia pernah menjabat sebagai Komandan Peleton di Yonkav 8-Tank Kostrad hingga Perwira Seksi Operasi.

Ia juga pernah ditugaskan di Aceh untuk membentuk satuan baru Yonkav 11 Kodam Iskandar Muda dengan pengalaman tempur selama tiga tahun dalam Operasi Rencong (2003) dan Operasi Pemulihan Keamanan (2004).

Pada tahun 2006, Iftitah terpilih sebagai penjaga perdamaian di Lebanon melalui Kontingen Garuda-XXIII A/UNIFIL.

Ia bahkan terpilih menjadi perwakilan UNIFIL bersama perwira India dan Polandia sebagai pembawa bendera PBB dalam Hari Nasional Italia tahun 2007 di Roma.

Karier militernya cukup gemilang hingga dinominasikan sebagai peraih penghargaan General Dwight D. Eisenhower Award atau lulusan terbaik.

Iftitah pernah menjadi pembantu asisten staf pribadi presiden era SBY dari tahun 2011 hingga 2015.

Ia memilih pensiun dini setelah 20 tahun mengabdi di militer dengan pangkat terakhir letnan kolonel pada tahun 2018, mengikuti jejak Agus Harimurti Yudhoyono yang mengajukan pensiun dini karena mencalonkan diri sebagai gubernur.

Dikenal bersahabat dekat dengan AHY, Iftitah bergabung dengan Partai Demokrat setelah pensiun dini dari TNI.

Saat ini ia menjabat sebagai Menteri Transmigrasi di Kabinet Merah Putih sejak 21 Oktober 2024.

Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, putra sulung SBY yang lahir di Bandung 10 Agustus 1978, kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Ketua Umum Partai Demokrat tersebut dilantik menjadi menteri dalam kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024, setelah sebelumnya di era pemerintahan Jokowi menjabat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Sebelum terjun ke dunia politik, AHY berkarier di militer selama 16 tahun sebagai lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 sekaligus peraih penghargaan Adhi Makayasa dan Pedang Trisakti Wiratama.

Saat berdinas, ia pernah menjalani tugas operasi pemulihan keamanan di Aceh pada tahun 2002.

Kemudian pada tahun 2006, ia mendapat tugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon.

Pada tahun 2015, AHY memimpin salah satu satuan pengamanan Ibu Kota sebagai Komandan Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kamuning di bawah Brigif 1 PIK Kodam Jaya.

Ia memilih pensiun dini dari TNI saat berpangkat mayor pada tahun 2016 untuk berkarir di dunia politik dan mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ossy Dermawan, pria kelahiran Jakarta 9 November 1976, saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Politikus Partai Demokrat tersebut dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi wakil menteri pada 21 Oktober 2024.

Ossy merupakan lulusan sekolah perwira karier TNI sekaligus lulusan Norwich University, Military School of Vermont, Amerika Serikat.

Ia menjadi lulusan terbaik atau valedictorian dari akademi militer swasta tertua di Amerika pada tahun 2000 dan merupakan orang asing pertama yang meraih predikat lulusan terbaik sejak universitas tersebut berdiri pada tahun 1819.

Ia tercatat sebagai lulusan terbaik pada pendidikan Sepa PK TNI (2001), Sessarcab Kavaleri (2001), Susdanki Kavaleri (2008), dan Diksarpa Intelijen BAIS TNI (2009).

Pada tahun 2006, Ossy ditugaskan bergabung dengan pasukan perdamaian di Lebanon dan mendapatkan Medali dari PBB (UN Medal) atas pengabdiannya menjaga perdamaian di perbatasan Israel-Lebanon.

Ossy pernah menjadi asisten pribadi Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dari tahun 2014 hingga 2018.

Setelah 17 tahun berdinas di dunia militer dengan pangkat terakhir mayor, ia memilih pensiun dini dan menjadi politikus Partai Demokrat serta staf pribadi SBY.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung