Berita, Nasional

Salah ucap sebut MBG picu PAD tak tercapai, SF Hariyanto: Saya minta maaf

Repelita.net

25 June 2026 21:22 WIB • 709 view

Salah ucap sebut MBG picu PAD tak tercapai, SF Hariyanto: Saya minta maaf
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas kegaduhan yang dipicu oleh pernyataannya terkait pengaruh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Permohonan maaf ini disampaikan sebagai upaya untuk meluruskan informasi simpang siur yang beredar luas di masyarakat mengenai potensi penurunan retribusi akibat program nasional tersebut.

ADVERTISEMENT

SF Hariyanto menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau pada prinsipnya sangat mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis karena terbukti memberikan dampak positif, salah satunya efisiensi anggaran daerah mencapai Rp45 miliar per tahun.

“Untuk itu kita mendukung program MBG karena bersinergi dengan semangat efisiensi APBD,” tegasnya dalam pernyataan yang dipublikasikan, Rabu (24/6).

Efisiensi tersebut diperoleh dari pengalihan anggaran biaya makan minum untuk sekolah berasrama (boarding school) yang sebelumnya dibebankan pada APBD.

Mengenai isu penurunan retribusi kantin sekolah, ia menjelaskan bahwa angka kontribusinya terhadap PAD secara keseluruhan hanya sekitar 0,01 persen atau di bawah satu persen.

Ia juga menyebutkan bahwa program MBG justru menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM dan jasa distribusi.

Klarifikasi ini muncul setelah pernyataan sebelumnya yang menyebut MBG sebagai penyebab rendahnya retribusi memicu polemik, bahkan hingga menjadi sorotan Kementerian Dalam Negeri.

Berdasarkan hasil penelusuran internal, diketahui bahwa permasalahan berawal dari kesalahan input data oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau yang dilaporkan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Kesalahan data tersebut kemudian menjadi dasar informasi yang disampaikan kepada Plt Gubernur tanpa melalui proses kroscek yang memadai oleh pihak Bapenda.

“Jadi sekali lagi kami tegaskan tidak ada pengaruh dari program MBG untuk penurunan retribusi daerah,” ujar SF Hariyanto memberikan penegasan akhir.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Teza Darsa, turut mengakui kekeliruan pihaknya dan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

“Kami telah keliru dalam menyampaikan Program MBG sebagai penyebab turunnya pendapatan retribusi kantin sekolah,” ungkapnya dalam pernyataan resmi.

Pihak Dinas Pendidikan juga meminta maaf kepada Plt Gubernur, Bapenda Riau, dan seluruh masyarakat atas kesalahan dalam penyampaian laporan yang tidak benar tersebut.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh perangkat daerah mengenai urgensi validasi dan rekonsiliasi data sebelum disampaikan ke publik.

Dengan klarifikasi ini, diharapkan informasi yang keliru tidak menjadi bola liar yang meresahkan masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung