Repelita Jakarta - Sebuah unggahan di media sosial menyoroti respons emosional Andi Azwan saat menyikapi pengumuman dari Mahkamah Konstitusi terkait sengketa syarat jabatan publik.
Peristiwa luapan kegembiraan tersebut terekam dalam sebuah kiriman digital yang dibagikan oleh akun jurnalisme warga.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan publikasi yang beredar pada 7 Oktober 2026, figur tersebut dinilai keliru dalam menginterpretasikan keputusan hukum secara menyeluruh.
Narasi mengenai situasi di lokasi tersebut disebarluaskan oleh akun @maroef_irfhany melalui platform jejaring sosial Threads.
Pemilik akun mengamati ekspresi sukacita yang berlebihan dari tokoh bersangkutan di tengah kehadiran para kolega bidang hukum.
Unggahan tertulis asli berbunyi, "Terpaku Andi Azwan euphoria suka cita menyambut putusan MK, dia pikir Gibran menang mutlak, dg lantang dia bilang Gibran Pemimpin Masa Depan, para ahli hukum di sekelilingnya nampak bingung, bahkan yg dipanggil Pak Professor menolak saat diminta bicara Andi hanya mendengar pas MK sebut tidak mendiskualifikasi, tidak mendengar frase terpenting karena bagian itu yg telah merubah status Gibran sejak tadi malam tidak lagi memenuhi syarat Wapres Kan Pak Dudung sudah memberi signal langkah nextnya".
Pemberitaan tersebut menyoroti kegagalan dalam menangkap esensi krusial dari klausul yang dibacakan oleh majelis hakim konstitusi.
Pengamat di sekitar lokasi dilaporkan menunjukkan reaksi kebingungan atas interpretasi sepihak yang disampaikan secara lantang tersebut.
Langkah taktis selanjutnya disinyalir akan segera bergulir mengikuti petunjuk awal yang sempat diembuskan oleh mantan pejabat militer nasional.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads