Repelita Jakarta - Rupiah melemah sekitar 24 persen terhadap Ringgit Malaysia selama sepuluh tahun terakhir menurut analisis dari akun X @Kutekians pada Minggu 29 Maret 2026.
Sebagian besar pelemahan atau sekitar 23 persen justru terjadi dalam 15 bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
Pada Maret 2015 satu Ringgit Malaysia setara dengan sekitar 3.500 Rupiah sementara pada Maret 2024 turun menjadi sekitar 3.300 Rupiah dan pada Maret 2026 naik menjadi sekitar 4.300 Rupiah.
Return Indeks Harga Saham Gabungan dalam 15 bulan terakhir tercatat hanya 1,8 persen dalam denominasi Rupiah minus 3 persen dalam Dolar Amerika Serikat dan minus 13,6 persen dalam Ringgit Malaysia.
Investor Malaysia bisa mengungguli performa IHSG hingga 13,6 persen setahun terakhir hanya dengan menyimpan aset dalam bentuk cash Ringgit.
Perubahan signifikan terjadi dalam dua tahun terakhir di mana Malaysia berhasil menangkap dua megatrend sekaligus yaitu rantai pasok kecerdasan buatan dan diversifikasi rantai pasok dari China.
Penang berkembang menjadi Silicon Valley ASEAN dengan masuknya investasi dari perusahaan seperti AMD Intel serta pusat data berbasis kecerdasan buatan.
Arus masuk investasi asing yang dikonversi ke Ringgit menciptakan permintaan struktural sehingga pertumbuhan produk domestik bruto Malaysia mengalami akselerasi hingga 5,2 persen year on year.
Pelemahan Rupiah tidak semata-mata disebabkan faktor global karena mata uang Indonesia terus melemah terhadap Dolar Amerika Serikat meski indeks Dolar melemah.
Jarak geografis Indonesia dan Malaysia hanya dipisahkan satu selat namun jarak narasi reformasi ekonomi kedua negara semakin lebar setiap bulannya.
Divergensi ini diperkirakan sulit berbalik sampai Indonesia mampu menyajikan narasi reformasi yang setara atau lebih baik dari Malaysia.
Ini bener. Gua ngecek data GDP Malaysia bisa ngegas 5.2% emang karena duit FDI AI & Semikonduktor pada masuk ke sana. Sementara kita masih sibuk nyalahin ‘antk antk asg’ padahal indeks dolarnya sendiri lagi turun wkwk. We missed the megatrend train tbh.(@jibrilhp)(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Ini bener. Gua ngecek data GDP Malaysia bisa ngegas 5.2% emang karena duit FDI AI & Semikonduktor pada masuk ke sana. Sementara kita masih sibuk nyalahin 'antk antk asg' padahal indeks dolarnya sendiri lagi turun wkwk. We missed the megatrend train tbh.
— jibril putra (@jibrilhp) March 29, 2026