Berita, Nasional

Rocky Gerung Hadiri Sidang Nadiem: Saya Mau Tahu Apakah Dituntun Nalar Hukum atau Pesanan

Repelita.net

11 May 2026 22:12 WIB • 802 view

Rocky Gerung Hadiri Sidang Nadiem: Saya Mau Tahu Apakah Dituntun Nalar Hukum atau Pesanan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pakar filsafat Rocky Gerung menampakkan diri di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta guna memantau secara langsung proses hukum yang menjerat mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim pada Senin, 11 Mei 2026.

Kehadiran pengamat vokal ini bertujuan untuk membedah kualitas logika hukum yang digunakan otoritas kejaksaan dalam menangani kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook tersebut.

ADVERTISEMENT

Rocky merasa perlu menguji secara intelektual apakah persidangan ini berjalan di atas koridor hukum yang murni atau justru telah terkontaminasi oleh berbagai tekanan dari pihak luar.

Dalam keterangannya di sela persidangan, Rocky Gerung memaparkan motivasinya dengan menyatakan "Saya mengajar legal reasoning, nah itu saya ingin tahu apakah sidang ini dituntun oleh nalar hukum yang bersih atau di dalamnya ada defect, ada karat politik, ada karat pesanan segala macam. Hanya itu yang saya ingin uji sebetulnya," tuturnya.

Berdasarkan pengamatannya di dalam ruang sidang, Rocky menilai ada indikasi ketidakmampuan pihak penuntut umum dalam merangkai temuan lapangan menjadi sebuah konstruksi pembuktian yang valid.

Ia menganggap pihak kejaksaan nampak kewalahan dalam merumuskan tuduhan yang meyakinkan meskipun proses hukum ini sudah berlangsung cukup lama di meja hijau.

Rocky secara tajam memberikan penilaian terhadap performa jaksa dengan berujar "Saya kira jaksa pintar, tetapi dia kelelahan untuk menghubungkan fakta untuk jadi bukti, bukti untuk jadi tuduhan. Di situ dia gagal saya kira," tegasnya.

Pihaknya juga menyoroti perihal pengerahan tim ahli eksternal oleh Nadiem selama menjabat yang menurutnya adalah diskresi kepemimpinan yang wajar dan bukan merupakan ranah pidana.

Rocky menyampaikan pembelaan logisnya dengan menyebutkan bahwa "Seorang menteri kalau dia lihat kementeriannya bodoh, ya dia bawa yang pintar kan, kan mudah aja, dan itu bukan kriminal gitu lho," ungkapnya.

Ia bahkan menyindir kegagalan pihak penuntut dalam mengubah percakapan digital menjadi sebuah bukti kesalahan yang konkret melalui analogi pembuktian nalar yang tajam.

Rocky Gerung menambahkan sindiran terhadap kapasitas pembuktian jaksa dengan menyatakan "Jadi jaksa, saya sebut istilah tadi, kelelahan untuk mengubah chattingan di WhatsApp menjadi what's wrong. Nah itu dia gagalnya tuh ya, oke? WhatsApp ya WhatsApp, what's wrong itu adalah pembuktian nalar, nah nalarnya enggak, mungkin belum nyampe tuh," imbuhnya.

Sebelum agenda pemeriksaan terdakwa dimulai, publik sempat dikagetkan dengan momen keakraban di mana Nadiem Makarim secara spontan menghampiri dan memeluk erat Rocky Gerung di tengah penjagaan aparat.

Sebagai informasi, Nadiem tengah menghadapi dakwaan memperkaya diri sendiri senilai 809 miliar rupiah serta diduga merugikan keuangan negara hingga mencapai 2,1 triliun rupiah melalui proyek digitalisasi pendidikan nasional.

Persidangan ini diprediksi akan terus memicu perdebatan luas mengenai batasan antara kebijakan strategis seorang menteri dengan potensi penyalahgunaan wewenang yang merugikan kas negara.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung