Berita, Nasional

Relawan Dapur SPPG Makassar Minta Mahasiswa Setop Tolak MBG, Sebut Program Itu Masa Depan Ekonomi Keluarga Dan Anak-anak Kami

Repelita.net

25 June 2026 00:33 WIB • 634 view

Relawan Dapur SPPG Makassar Minta Mahasiswa Setop Tolak MBG, Sebut Program Itu Masa Depan Ekonomi Keluarga Dan Anak-anak Kami
Foto: Istimewa

Repelita [Makassar] - Keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi harapan besar bagi para relawan dapur yang selama ini menggantungkan hidup dari operasional kegiatan tersebut.

Asma (45), seorang relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) asal Kota Makassar, mengaku resah dengan adanya aksi penolakan dari pihak mahasiswa.

ADVERTISEMENT

Baginya, program tersebut bukan sekadar penyediaan nutrisi bagi anak sekolah, melainkan sumber mata pencaharian utama bagi masyarakat kecil.

Harapanku sekarang semoga ke depannya dapur MBG bisa tetap terbuka seperti kemarin, ujarnya saat ditemui di sela aksi dukungan di Flyover Makassar, Rabu (24/6/2026).

Dulu kami susah mendapatkan pekerjaan. Sekarang kami merasa lebih ringan dan tidak lagi terlalu terdesak dengan biaya hidup, sambungnya.

Saat ini, operasional dapur memang sedang dihentikan sementara dikarenakan masa libur sekolah, namun ia sangat berharap kegiatan tersebut segera berjalan kembali.

Untuk sementara dapur diberhentikan selama libur sekolah. Harapannya semoga dapur MBG ini tetap terbuka meskipun sedang libur sekolah, tuturnya.

Asma menuturkan, ia menjadi tulang punggung bagi enam anggota keluarganya di rumah karena sang suami saat ini belum memiliki pekerjaan tetap.

Tanggunganku enam orang, ada ibu, saudara, tiga anak, dan suamiku juga tidak bekerja, ungkapnya.

Selama empat bulan bekerja, ia merasa terbantu dengan penghasilan yang diperoleh untuk menopang kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Saya sudah empat bulan kerja di SPPG. Dalam sebulan pendapatan kami sekitar Rp2,6 juta. Ini sangat membantu meringankan biaya hidup, terangnya.

Ia pun menyatakan kekecewaan mendalam jika program ini nantinya dihentikan akibat berbagai isu negatif yang berkembang di masyarakat.

Sangat kecewa sekali kalau sampai ditutup. Kalau muncul isu-isu buruk, kami merasa jengkel, imbuhnya.

Menutup keterangannya, ia menitipkan pesan bagi pihak-pihak yang kerap menyuarakan pembubaran program tersebut.

Pesanku, minta tolong jangan menolak MBG. Karena MBG itu masa depan kami, masa depan anak-anak kami, tegasnya.

Saya tulang punggung di rumah, jadi penghasilan kami berasal dari sana, tandasnya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung