Berita, Viral Sosmed

Rektor Unsoed Tersangka KPK, Jejak Dosen Berprestasi dan Penolak MBG Jadi Sorotan

Repelita.net

22 August 2026 20:01 WIB • 480 view

Rektor Unsoed Tersangka KPK, Jejak Dosen Berprestasi dan Penolak MBG Jadi Sorotan
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Penetapan Rektor Universitas Jenderal Soedirman Prof. Akhmad Sodiq sebagai tersangka dugaan pemerasan dan gratifikasi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri memicu diskursus hangat publik.

Riwayat mentereng penerima Satyalancana Karya Satya sekaligus lima kali akademisi berprestasi tersebut disorot usai diungkap akun Threads @voxantaranews pada 22 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

"Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq ditetapkan tersangka KPK dalam OTT dugaan pemerasan-gratifikasi penerimaan mahasiswa jalur mandiri. Ditangkap 20 Agustus 2026 bersama pejabat lain, KPK sita ratusan juta rupiah. Sodiq memiliki riwayat lima kali dinobatkan dosen berprestasi (2006-2009) di tingkat fakultas dan universitas, serta penerima Satyalancana Karya Satya, Soqiq juga pernah bersama mahasiswa tolak program MBG & Kopdes karena dinilai memangkas anggaran pendidikan dan kesehatan." tulis akun @voxantaranews dalam unggahannya.

Postingan tersebut langsung memancing perdebatan publik terkait murni penegakan hukum atau dampak sikap kritis sang rektor terhadap program pemerintah.

Akun Threads @kiagengwalipitu menegaskan proses penindakan hukum murni didasarkan pada pembuktian tindak pidana korupsi.

"Penangkapan rektor oleh KPK karena yang bersangkutan dgn anak buahnya melakukan tindakan pidana menerima uang suap/ gratifikasi penerimaan Mahasiswa Baru dengan tarif tertentu suka sama suka dengan orang tua sang mahasiswa bukan karena telah melakukan penolakan MBG.berfikirlah yang jernih kasus hukum tidak dapat dipesan untuk menjebloskan seseorang ke penjara bila tanpa 2 alat bukti yang valid." tulis akun @kiagengwalipitu menjelaskan.

Sebaliknya keraguan terkait kejanggalan penetapan tersangka dilontarkan oleh akun @teti.fauziah71 pada kolom interaksi.

"Apa Krn bersebrangan trus dijebak? Beneran nanya" tulis akun @teti.fauziah71 menanyakan motif di balik kasus.

Sementara akun @dilaelmuna memberikan kritikan pedas mengenai dugaan penyimpangan tersebut.

"Hnya utk menutupi aibnya doang dasar maling" sindir akun @dilaelmuna meluapkan kemarahannya.

Pertanyaan kritis mengenai sasaran penindakan lembaga antirasuah turut disampaikan oleh akun @hendikkeinsyafan.

"Semua rektor kayaknya kotor dehhh, lah kenapa yg ini mampir di mata KPK?" tanggap akun @hendikkeinsyafan mengamati.

Sikap penuh kecurigaan juga ditunjukkan secara singkat oleh akun @rudiantoagus atas dinamika perkara hukum ini.

"Hmmm jangan².... 🤔🤔🤔" tulis akun @rudiantoagus menyindir secara tersirat.

Pandangan lain mengenai ketidakadilan penindakan aparat hukum diutarakan oleh akun @nurul4516huda.

"Bnyak mnteri yg korup TPI di biarin ,dia kbtuln LG apes" cetus akun @nurul4516huda menanggapi penangkapan tersebut.

Pernyataan skeptis itu langsung ditanggapi oleh akun @agus_abu_alghifikri yang mempertanyakan dasar asumsi pengguna lain.

"Emang lu tahu atau Krn perasaanmu saja bro" sahut akun @agus_abu_alghifikri meluruskan.

Di sisi lain akun @ermitriaji menilai adanya korelasi antara sikap politik pimpinan kampus dengan kasus hukum yang menimpanya.

"ditangkap krn pernah nolak MBG dan Kopdes, rektor PTN medioker, hhmmm masuk akal..." tulis akun @ermitriaji berpendapat.

Persoalan mendasar tata kelola kuota penerimaan mahasiswa jalur mandiri akhirnya dibeberkan secara mendalam oleh akun @pakanjarisna.

"Ini hanya fenomena gunung es... Yg keungkap cuman seujung kuku... Tetapi praktek culas ini jauh lebih besar lagi dan sudah jadi rahasia umum dengan Nama JALUR MANDIRI bisa dipastikan TRANSAKSI BUSUK ini ada.... Makanya jalur prestasi dan UTBK diperkecil KUOTANYA dan jalur mandiri diperbanyak agar semakin TEBAL KANTONG Sang PENGUASA kampus...." papar akun @pakanjarisna mengakhiri deretan respons publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung