Berita, Viral Sosmed

Rekaman CCTV Ungkap Dua Kali Aksi Asusila Kepala Sekolah Dan Guru Di Pekalongan

Repelita.net

10 September 2026 15:26 WIB • 629 view

Rekaman CCTV Ungkap Dua Kali Aksi Asusila Kepala Sekolah Dan Guru Di Pekalongan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perangkat pemantau tersembunyi yang dipasang oleh komite sekolah berhasil mengabadikan dua kali adegan persetubuhan yang dilakukan oleh oknum kepala institusi pendidikan dasar bersama seorang tenaga pendidik di Pekalongan.

Tokoh masyarakat setempat bernama Saim mengungkapkan bahwa kamera pengawas tersebut merekam rangkaian tindakan tidak senonoh setelah pengurus sekolah meningkatkan intensitas pengawasan harian berdasarkan laporan warga.

ADVERTISEMENT

“Ya, dari hasil CCTV itu ditemukan dua rekaman berdasarkan kecurigaan komite sekolah. Akhirnya kan memantau setiap hari yang dicurigai. Nah, terjadilah saat itu. Ada kecurigaan, akhirnya dimonitor, ternyata terjadi,” ujar Saim pada hari Selasa tanggal 8 bulan September tahun 2026.

Satu dari dua berkas rekaman visual itu telah beredar luas di berbagai platform digital, sementara video kedua yang menampilkan adegan lebih vulgar disimpan rapat dalam perangkat penyimpanan portabel untuk menjaga kerahasiaan.

“Rekaman lebih vulgar telah diamankan, agar tidak tersebar,” imbuhnya.

Menyikapi berulangnya perbuatan amoral tersebut, aliansi penduduk berencana mendatangi kantor pusat pemerintahan daerah pada hari Jumat tanggal 11 bulan September tahun 2026 untuk menyampaikan mosi tidak percaya sekaligus menuntut pemecatan.

“Tujuannya mendesak dinas terkait memberikan sanksi tegas terhadap pelaku, terhadap oknum kepala sekolah yang melakukan tindakan asusila di lingkungan sekolah,” ujar Saim.

Kecurigaan masyarakat sekitar institusi pendidikan tersebut sebenarnya telah bermula sejak bulan Ramadan akibat kebiasaan ganjil kendaraan bermotor yang terparkir hingga petang di area sekolah dalam kondisi pintu ruangan terkunci rapat dari dalam.

“Awal mula munculnya kecurigaan berawal dari kebiasaan sekolah yang seharusnya telah selesai pada siang atau sore hari, namun dalam beberapa kesempatan masih terlihat dua sepeda motor berada di lingkungan sekolah,” ucap salah satu warga anonim.

“Pulang sore terus. Terus ada motor dua. Awalnya tidak curiga. Curiga-curiganya kok sering seperti itu dan pintu tertutup,” imbuhnya.

Situasi janggal tersebut bahkan menarik perhatian para pelajar yang sedang menghabiskan waktu bermain di halaman sekolah hingga terdorong untuk memeriksa kondisi ruangan tertutup secara langsung.

“Ada siswa tanya ke saya soal kepala sekolah dan guru tersebut sering berdua di sekolah sampai sore,” katanya.

“Pintunya tutupan. Saya penasaran, tak gedor-gedor,” tambahnya menirukan suara siswa.

Pemasangan alat pengintai rahasia pada bulan Juli tahun 2026 lalu dilakukan semata-mata demi menjawab desas-desus meresahkan yang telanjur mencoreng nama baik dunia pendidikan serta mengusik ketenangan para orang tua siswa.

“Warga juga menyekolahkan anak-anaknya di sini. Apalagi ada desas-desusnya seperti itu,” ujarnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung