Berita, Nasional

Razman Nasution Minta Roy Suryo Siap Hadapi Vonis Penjara dan Ajak Berdiskusi dari Balik Jeruji Besi

Repelita.net

23 May 2026 00:33 WIB • 914 view

Razman Nasution Minta Roy Suryo Siap Hadapi Vonis Penjara dan Ajak Berdiskusi dari Balik Jeruji Besi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pimpinan kelompok sukarelawan pendukung pemerintah meminta ahli multimedia nasional untuk menghadapi proses hukum dengan berani terkait kasus dugaan penghinaan terhadap nama baik mantan kepala negara.

Dorongan moral tersebut disampaikan seiring munculnya konfirmasi mengenai kesiapan pihak kejaksaan untuk segera membawa berkas perkara para terlapor ke hadapan majelis hakim di pengadilan.

ADVERTISEMENT

Penilaian sosiologis menunjukkan bahwa status hukum pidana dari lembaga peradilan domestik tidak serta-merta melunturkan nilai integritas ataupun kehormatan seseorang di tengah penilaian sosial kemasyarakatan.

"Perkara nanti pengadilan akan memutus seperti apa, biarkan itu rakyat yang menilai," kata Razman dalam program Interupsi bertajuk 'Nasib Hukum Roy Suryo cs, Sidang di Depan Mata' yang disiarkan di iNews, Kamis (21/5/2026).

Pihak pelapor bahkan melontarkan kelakar mengenai kesiapannya untuk menjalin interaksi serta ruang diskusi apabila nantinya ditakdirkan berada di dalam lembaga pemasyarakatan yang sama dengan terlapor.

Sebagaimana diketahui tokoh hukum dari organisasi relawan tersebut juga tengah menghadapi konsekuensi yuridis serupa berupa hukuman kurungan badan akibat perkara pencemaran nama baik advokat papan atas.

"Jadi Roy dan kawan-kawan, kalian harus siap-siap. Saya juga mau nanti ada di salah satu lapas atau rutan, ketemulah kita di sana, nanti kita berdiskusi di dalam, menarik itu," lanjut dia.

Ekspektasi juga diapungkan agar media televisi nasional dapat memfasilitasi program siaran khusus langsung dari dalam jeruji besi guna menyuarakan dinamika pemikiran para terpidana kepada publik luas.

Lembaga pemasyarakatan dipandang bukan sebagai akhir dari segalanya melainkan sekadar ruang pembatasan fisik temporer yang tidak mematikan daya kritis serta gagasan sosiopolitik para penghuninya.

"Kita buat Interupsi di dalam, jadi ada suara dari dalam bagaimana pendapat Razman dan Roy dari dalam penjara dan disampaikan ke luar. Karena penjara bukan tempat kematian bos," kata Razman.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung